Lukisan Doktrin Monroe (USCapitol, Public domain, via Wikimedia Commons)
Walau lahir hampir dua abad lalu, gagasan doktrin ini tetap muncul dalam wacana kebijakan luar negeri AS hingga sekarang. Banyak analis melihatnya sebagai simbol dari sikap AS terhadap pengaruh asing di belahan Barat dan peran dominan AS di kawasan tersebut. Dalam konteks kebijakan modern, istilah doktrin Monroe sering disebut ketika membahas strategi AS terhadap negara-negara Amerika Latin, termasuk ketegangan politik dan tekanan diplomatik yang dilakukan ketika kepentingan strategis AS dipertaruhkan.
Doktrin Monroe bermula sebagai pernyataan prinsip yang menentang kolonialisasi Eropa di belahan Barat, kemudian berkembang menjadi alat diplomatik dan justifikasi kebijakan luar negeri AS di kawasan Amerika Latin. Dari sejarah awalnya, melalui perluasan lewat Roosevelt Corollary, hingga keberlanjutannya dalam diskusi geopolitik saat ini, doktrin ini mencerminkan bagaimana satu kebijakan lama tetap relevan dalam memahami dinamika kekuasaan dan pengaruh global Amerika Serikat.