Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Sumber Minyak di Venezuela Jadi Alasan Serangan AS?

WhatsApp Image 2026-01-04 at 12.10.38 AM.jpeg
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berikan keterangan tentang penangkapan Nicolas Maduro. (Youtube/The White House)
Intinya sih...
  • AS memiliki produksi minyak tertinggi di dunia, namun masih melakukan impor minyak dengan volume besar, terutama heavy oil.
  • Kilang minyak di AS membutuhkan lebih banyak pasokan heavy oil, dan sebagian besar kilangnya dirancang untuk mengolah heavy oil.
  • Venezuela memiliki pasokan minyak mentah terbesar di dunia, yang penting bagi AS karena kebutuhan kilang minyaknya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dan penangkapan atas Presiden Nicolás Maduro masih mencengangkan dunia. Presiden AS, Donald Trump menyatakan alasan utama melancarkan serangan ke Venezuela adalah terorisme dan narkoba.

Namun, Trump juga menyatakan bisnis minyak di Venezuela telah gagal total. Dia mengatakan, perusahaan-perusahaan besar AS akan masuk ke negara itu untuk memperbaiki infrastruktur.

“Kita mulai menghasilkan uang bagi negara tersebut,” ujarnya dalam pidato di resornya, Sabtu (3/1/2026).

Benarkah sumber minyak di Venezuela penting bagi AS? Bagaimana faktanya?

1. AS catatkan produksi minyak paling tinggi

Ilustrasi kilang minyak (pexels.com/loic-manegarium)
Ilustrasi kilang minyak (pexels.com/loic-manegarium)

AS sendiri bukanlah negara yang miskin atas minyak mentah. Bahkan, AS memiliki kapasitas produksi minyak mentah tertinggi dunia, di atas 13,8 juta barel per hari. Angka tersebut melampaui Arab Saudi, dan juga Venezuela yang diserang Trump.

Meski produksinya tinggi, AS juga masih mencatatkan impor minyak dengan volume yang besar. Berdasarkan data US Energy Information Administration (EIA) yang dikutip dari tayangan berita SkyNews, Minggu (4/1/2025), impor minyak yang dilakukan AS terbagi menjadi tiga jenis, yakni minyak dengan densitas ringan (light oil), minyak dengan densitas sedang (medium oil), minyak dengan densitas berat (heavy oil).

Tingkat densitas itu menunjukkan perbedan kandungan sulfur, mulai dari rendah untuk light oil, sedang untuk medium oil, dan padat atau kental untuk heavy oil. Pada 1970-an, impor heavy oil hanya 12 persen dari total impor minyak mentah. Namun, per 2025, impor minyak mentah yang dilakukan AS, 70 persennya adalah heavy oil.

2. Kilang minyak di AS butuh lebih banyak pasokan heavy oil

ilustrasi kilang minyak (Unsplash.com/Robin Sommer)
ilustrasi kilang minyak (Unsplash.com/Robin Sommer)

AS menjadi salah satu negara dengan jumlah kilang minyak terbanyak di dunia. Jumlahnya melebihi 100 kilang. Kilang-kilang di AS sebagian besar dirancang untuk mengolah minyak mentah dengan densitas berat, yaitu heavy oil.

Adapun kilang-kilang dengan kapasitas besar di AS terletak di wilayah Utara dekat dengan Kanada, dan juga di wilayah Selatan, dekat dengan Venezuela.

3. Venezuela punya pasokan minyak mentah terbesar di dunia

Kilang minyak di Venezuela. instagram.com/perfoblogger/
ilustrasi kilang minyak di Venezuela. instagram.com/perfoblogger/

Impor minyak mentah yang dilakukan AS sebagian besar berasal dari Kanada. Pada 2000-an, impor minyak mentah dari Kanada hanya 15 persen, dan per 2024 meningkat menjadi 61 persen.

Lantas, mengapa minyak mentah di Venezuela penting bagi AS?

Berdasarkan analisis SkyNews, Venezuela memiliki pasokan minyak mentah yang masih tersedia sebanyak 304 miliar barel. Angka tersebut merupakan yang terbesar di dunia, mengalahkan negara-negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Iran, Iraq, Uni Emirat Arab (UEA), dan Libya. Kapasitas sumber minyak mentah yang masih tersedia di Venezuela juga melampaui AS, Kanada, dan Rusia.

Jika melihat kebutuhan kilang minyak AS, faktanya memang hanya ada tiga negara di dunia dengan sumber heavy oil terbesar, yaitu Kanada, Venezuela, dan terakhir adalah Rusia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

10 Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Tercepat pada 2025

06 Jan 2026, 01:09 WIBBusiness