Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memperingatkan bahwa tantangan global tidak dapat diselesaikan oleh satu kekuatan dominan atau dengan membagi dunia menjadi lingkup pengaruh yang bersaing. Secara khusus Guterres menyebut Amerika Serikat (AS) dan China dalam pidatonya pada Kamis (29/1/2026).
Guterres sebelumnya mengatakan bahwa kerja sama internasional sedang terkikis. Pemimpin PBB itu merujuk kepada satu atau dua negara kuat yang merusak upaya untuk menyelesaikan masalah global secara kolektif.
"Kita melihat, dan banyak yang melihat, terkait dengan masa depan, gagasan bahwa ada dua kutub, satu berpusat di AS dan satu berpusat di China," katanya.
"Jika kita menginginkan dunia yang stabil, jika kita menginginkan dunia di mana perdamaian dapat dipertahankan, di mana pembangunan dapat digeneralisasikan, dan di mana, pada akhirnya, nilai-nilai kita akan menang, kita perlu mendukung multipolaritas," tambah Guterres, dikutip dari Deutsche Welle.
