ilustrasi bendera Arab Saudi. (unsplash.com/ Akhilesh Sharma)
Pengumuman ini dikeluarkan di tengah bentrokan sengit di provinsi Hadramaut yang kaya minyak. Pesawat tempur Arab Saudi dilaporkan membombardir kamp-kamp militer STC setelah pasukan separatis menolak menyerahkan kendali atas wilayah strategis tersebut.
Pejabat STC melaporkan tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan udara koalisi pimpinan Saudi. Gubernur Hadramaut yang didukung Saudi, Salem al-Khanbashi, menyebut operasi militer tersebut sebagai tindakan pencegahan untuk mengamankan fasilitas militer, bukan deklarasi perang.
Sebagai respons atas memanasnya situasi, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengundang faksi-faksi selatan untuk menghadiri dialog di Riyadh. Dilansir The Guardian, Arab Saudi berharap pihak yang bersengketa dapat mencari solusi adil melalui jalur diplomatik.
"Kerajaan telah mengupayakan segala usaha dengan STC selama berminggu-minggu untuk menghentikan eskalasi dan mendesak separatis meninggalkan Hadramaut. Namun, kami menghadapi ketidakpatuhan dan penolakan terus-menerus dari Aidarous al-Zoubeidi," ungkap Duta Besar Saudi untuk Yaman, Mohammed al-Jaber, dilansir Sky News.