Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Serangan Iran Ancam Keamanan Penjara Irak yang Tampung Teroris
ilustrasi penjara (unsplash.com/Khashayar Kouchpeydeh)
  • Pemerintah Irak memperingatkan serangan udara di dekat Bandara Baghdad yang mengancam keamanan penjara Al-Karkh, tempat ribuan tahanan ISIS ditahan.
  • Ketegangan meningkat setelah serangan AS-Israel terhadap Iran, memicu kelompok pro-Iran di Irak menyerang fasilitas terkait kepentingan Amerika Serikat.
  • Kedutaan Besar AS di Baghdad terkena serangan rudal yang merusak landasan helikopter dan sistem pertahanan udara, tanpa menimbulkan korban jiwa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Irak, pada Minggu (15/3/2026), memperingatkan bahwa serangan udara di dekat bandara Baghdad dapat mengancam keamanan penjara di dekatnya yang menampung anggota ISIS.

Dalam pernyataan di Telegram, Kementerian Kehakiman Irak mengatakan bahwa area di sekitar Bandara Internasional Baghdad dan penjara Al-Karkh telah berulang kali menjadi sasaran serangan dalam beberapa hari terakhir. Serangan paling intens terjadi pada Minggu.

“Serangan paling intens terjadi hari ini, dengan enam serangan terjadi antara pukul 18.00 hingga sekarang, beberapa di antaranya jatuh sangat dekat dengan penjara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai risiko dampaknya terhadap keamanan penjara yang menampung narapidana teroris yang sangat berbahaya," kata kementerian, dikutip dari Anadolu.

1. Penjara Al-Karkh tampung 5.700 tahanan ISIS

ilustrasi tahanan penjara (pexels.com/Donald Tong)

Amerika Serikat (AS) baru saja menyelesaikan pemindahan 5.700 tahanan kelompok militan ISIS dari Suriah ke Irak bulan. Para tahanan tersebut ditahan di penjara Al-Karkh di Baghdad, yang dulunya merupakan pusat penahanan Angkatan Darat AS yang dikenal sebagai Camp Cropper. Penjara itu merupakan bagian dari kompleks bandara Baghdad.

ISIS sempat menguasai wilayah Suriah dan Irak pada 2014. Kelompok itu dilaporkan melakukan pembantaian dan memaksa perempuan, termasuk anak-anak, menjadi budak seksual. Dengan dukungan pasukan pimpinan AS, Irak berhasil mengusir ISIS dari negaranya pada 2017. Dua tahun kemudian, pasukan Suriah yang dipimpin kelompok Kurdi juga berhasil memukul mundur kelompok tersebut di Suriah, dilansir dari The New Arab.

2. Kelompok pro-Iran di Irak juga targetkan fasilitas yang terkait dengan kepentingan AS

serangan rudal Iran terhadap Israel (x.com/@IRIran_Military)

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.400 orang di negara itu, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Irak pun terseret ke dalam konflik ini, setelah sejumlah fasilitas yang terkait dengan kepentingan AS turut menjadi sasaran serangan kelompok yang bersekutu dengan Iran. Adapun bandara Baghdad menampung fasilitas diplomatik AS dan juga menjadi lokasi penempatan pasukan koalisi internasional pimpinan AS yang memerangi kelompok jihadis.

3. Kedubes AS dihantam serangan rudal

Zona Hijau di Baghdad (المكتب الاعلامي لرئيس الوزراء, CC BY 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/3.0>, via Wikimedia Commons)

Kedutaan Besar AS di Baghdad juga menjadi sasaran serangan rudal pada Sabtu (14/3/2026). Pejabat keamanan mengatakan serangan tersebut menghantam landasan helikopter di dalam area kedutaan dan menyebabkan sebagian sistem pertahanan udaranya hancur.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan asap mengepul dari kompleks kedutaan. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam serangan tersebut. Beberapa jam kemudian, Kedutaan Besar AS di Baghdad mengimbau warganya di Irak untuk segera meninggalkan negara tersebut setelah memperbarui peringatan keamanan.

“Kami sangat mendorong warga negara AS yang memilih untuk tetap berada di Irak untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut mengingat ancaman signifikan yang ditimbulkan oleh kelompok milisi teroris yang bersekutu dengan Iran,” kata kedutaan tersebut, dikutip dari Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team