Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Ancam Serang Pulau Kharg Lagi, Incar Fasilitas Minyak Iran

Trump Ancam Serang Pulau Kharg Lagi, Incar Fasilitas Minyak Iran
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Intinya Sih
  • Donald Trump mengancam akan kembali menyerang Pulau Kharg dan menargetkan fasilitas minyak Iran, meski belum menyebut waktu pelaksanaannya.
  • Sebelumnya, Trump telah memerintahkan serangan besar ke pangkalan militer Iran di Pulau Kharg tanpa menghantam fasilitas minyak demi menjaga harga minyak global.
  • Trump mengklaim Iran ingin berdialog dengan AS, namun syarat yang diajukan belum disetujui; AS juga bersiap mengerahkan pasukan ke Selat Hormuz menghadapi blokade Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan melakukan serangan lanjutan ke Pulau Kharg. Kali ini, Trump akan menargetkan fasilitas minyak milik Iran yang ada di pulau tersebut.   

Menariknya, Trump menyebut serangan ke Pulau Kharg akan dilakukan hanya untuk bersenang-senang. Namun, ia tidak menjelaskan kapan serangan tersebut akan dilakukan.  

“Kita mungkin akan menyerang (Pulau Kharg) beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang,” ujar Trump soal serangan ke fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg pada Sabtu (14/3/3026), seperti dilansir The Guardian.

1. Trump sudah menyerang markas militer Iran di Pulau Kharg

Markas militer.
ilustrasi markas militer (pexels.com/Get Lost Mike)

Sebelumnya, Trump juga sudah menyerang markas militer Iran yang ada di Pulau Kharg. Serangan tersebut dilakukan pada Jumat (13/3/2026). Tidak ada informasi detail apakah ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut serangan ke pangkalan militer Iran di Pulau Kharg sebagai serangan terbesar yang pernah dilakukan Negeri Paman Sam di Timur Tengah. Ia juga mengancam akan menyerang pangkalan militer Iran lainnya jika mereka melakukan serangan balasan.

"AS telah melakukan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, termasuk menghancurkan target militer di Pulau Kharg,” ujar Trump di laman Truth Social pribadinya dilansir The Strait Times

2. Trump tidak menyerang fasilitas minyak milik Iran di Pulau Kharg

ilustrasi industri minyak (pexels.com/Loïc Manegarium)
ilustrasi industri minyak (pexels.com/Loïc Manegarium)

Namun, Trump mengatakan, serangan di Pulau Kharg pada Jumat hanya menghantam pangkalan militer saja, tidak menghantam fasilitas minyak milik Iran. Sebab, Trump menilai langkah tersebut bisa menyebabkan harga minyak global semakin naik.     

"Demi alasan kesopanan, saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu," ungkap Trump.

Kendati begitu, dalam pernyataannya, Trump mengklaim serangan tersebut sudah sangat sukses. Sebab, menurutnya, serangan tersebut berhasil menghancurkan sebagian besar wilayah yang ada di Pulau Kharg. 

3. Trump mengklaim Iran mau berdialog dengan AS

Seorang sedang berjabat tangan.
ilustrasi dialog (unsplash.com/Rock Staar)

Menurut Trump, Iran sebetulnya ingin berdialog dengan AS agar tidak diserang. Iran juga sudah menyiapkan syarat-syarat agar mereka menghentikan serangan ke AS dan Israel. 

Namun, Trump mengatakan, syarat-syarat tersebut belum menguntungkan semua pihak. Oleh karena itu, AS menolak keinginan Iran untuk berdialog. “Saat ini, syarat-syaratnya belum cukup baik,” jelas Trump dilansir The Strait Times.

Saat ini, Trump juga sedang bersiap untuk mengerahkan pasukan ke Selat Hormuz. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi blokade Iran terhadap kapal-kapal minyak yang hendak berlayar di selat tersebut. Trump juga mengklaim beberapa negara di dunia, terutama yang terdampak kenaikan harga minyak global, juga akan ikut mengerahkan pasukannya ke Selat Hormuz.

“Kita akan melakukan penyisiran yang sangat ketat di selat ini. Kami yakin akan bergabung dengan negara-negara lain yang agak terhambat, dan dalam beberapa kasus terhambat, untuk mendapatkan minyak,” kata Trump. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More