Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan Lebanon, pada Minggu (10/5/2026), melaporkan bahwa sedikitnya 51 orang, termasuk dua petugas medis, tewas akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir. Serangan ini terjadi di tengah gencatan senjata, yang sudah memasuki minggu ketiga.
“Musuh Israel terus melanggar hukum internasional dan norma kemanusiaan, serta menambah daftar kejahatan terhadap paramedis dengan secara langsung menargetkan dua lokasi milik Otoritas Kesehatan di Qalawiya dan Tibnin, distrik Bint Jbeil, dalam dua serangan,” kata kementerian tersebut.
