Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral! Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria di Lebanon Selatan

Viral! Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria di Lebanon Selatan
potret Patung Bunda Maria (pexels.com/Ryan Thomas)
Intinya Sih
  • Seorang tentara Israel viral karena melecehkan Patung Bunda Maria di Lebanon selatan dengan menaruh rokok di mulut patung, memicu kecaman luas dari publik dan janji investigasi dari IDF.
  • Sebelumnya, tentara Israel juga merusak Patung Yesus di Desa Debl, Lebanon selatan, yang menimbulkan reaksi keras dari warganet serta kecaman dan permintaan maaf dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
  • Dua tentara Israel yang terlibat perusakan Patung Yesus akhirnya dipecat dan dipenjara 30 hari setelah penyelidikan IDF menyatakan tindakan mereka melanggar nilai militer dan menistakan umat Kristen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Tentara Israel kembali berulah terhadap benda-benda religius yang ada di Lebanon selatan. Kali ini, ada satu tentara Israel yang dilaporkan melecehkan Patung Bunda Maria yang ada di wilayah itu. 

Dalam sebuah foto yang beredar di internet pada Rabu (6/5/2026), tentara Israel itu terlihat memasukkan sebatang rokok ke dalam mulut Patung Bunda Maria yang ada di Lebanon selatan. Ia tampaknya ingin membuat Patung Bunda Maria menirukan dirinya yang sedang merokok.   

Tindakan tersebut sontak menuai kecaman dari warganet. Kecaman itu lantas terdengar oleh pasukan militer Israel (IDF). Oleh karena itu, mereka berjanji akan segera menginvestigasi pasukannya untuk mencegah tindakan serupa. 

1. Tentara Israel juga pernah merusak Patung Yesus di Lebanon selatan

Patung Yesus yang berdiri megah.
potret patung Yesus (unsplash.com/J. Young Jeong)

Tentara Israel sendiri memang kerap melakukan aksi tidak senonoh terhadap benda-benda religius yang ada di Lebanon selatan. Sebelum ini, tentara Israel pernah merusak Patung Yesus yang ada di Desa Debl, Lebanon selatan. Kabar tersebut muncul ke publik pada akhir April lalu. 

Aksi ini sempat tersebar luas di X dan Facebook dalam bentuk foto dan video. Di X, foto dan video tersebut dilihat oleh lebih dari 5 juta pengguna. Mereka ramai-ramai memberi kecaman keras terhadap tentara Israel yang menghancurkan Patung Yesus di Lebanon selatan. Sebab, mereka menilai tindakan tersebut merupakan bentuk penistaan terhadap umat Kristen. 

“Ketika dunia Barat tetap diam, para rasis akan bertindak lebih jauh,” kata seorang netizen bernama Ahmad Tibi di Facebook

2. Perdana Menteri Israel juga memberi kecaman keras

Benjamin Netanyahu sedang berbicara kepada orang banyak.
potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (commons.wikimedia.org/DedaSasha)

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga memberi kecaman keras kepada pasukan militernya yang merusak patung Yesus di Lebanon selatan. Ia juga meminta maaf kepada seluruh umat Kristen di Lebanon dan di seluruh dunia atas tindakan tersebut. 

Sejumlah tokoh agama Kristen yang tinggal di Desa Debl juga mengecam aksi perusakan patung Yesus yang dilakukan IDF. Mereka menilai tindakan tersebut telah menodai simbol-simbol keagamaan yang dihormati oleh umat Kristen. 

"Salah satu tentara Israel mematahkan salib dan melakukan hal mengerikan ini. (Ini merupakan) penodaan terhadap simbol-simbol suci kami," kata seorang pendeta di Desa Debl yang bernama Fadi Falfel saat diwawancara oleh kantor berita Reuters.  

3. Tentara Israel yang merusak Patung Yesus di Lebanon selatan dihukum

IDF sedang bertugas serangan.
potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Sebagai respons atas aksi tersebut, Israel akhirnya menghukum dua tentaranya yang terlibat aksi perusakan patung Yesus di Lebanon selatan. Keduanya dipecat dan diberi hukuman penjara selama 30 hari. Dua tentara tersebut terdiri dari 1 pelaku yang secara langsung merusak Patung Yesus di Lebanon, sedangkan 1 pelaku lainnya hanya merekam aksi yang dilakukan rekannya.  

Menurut keterangan IDF, sanksi ini diberikan karena aksi perusakan Patung Yesus di Lebanon selatan yang dilakukan dua prajurit tadi telah melanggar norma-norma militer yang ditanamkan kepada mereka. Selain itu, aksi tersebut juga telah menistakan umat Kristen di Lebanon dan di seluruh dunia. 

“Penyelidikan menyimpulkan bahwa perilaku para prajurit sepenuhnya menyimpang dari perintah dan nilai-nilai IDF,” bunyi pernyataan resmi IDF, seperti dilansir Times of Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More