Menurut IDF, Lebanon selatan tidak masuk dalam kesepakatan gencatan senjata. Oleh karena itu, mereka menganggap semua serangan yang dilakukan di wilayah tersebut tidak melanggar aturan gencatan senjata.
Israel Ngaku Serang 500 Wilayah di Lebanon selama Gencatan Senjata

- Militer Israel mengaku telah menyerang 500 wilayah di Lebanon selatan selama gencatan senjata, dengan alasan area tersebut tidak termasuk dalam kesepakatan penghentian tembak.
- Lima tentara Israel tewas dan 33 lainnya luka-luka akibat serangan Hizbullah serta ledakan bom saat operasi di Lebanon selatan berlangsung.
- Serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon selatan menewaskan warga sipil meski gencatan senjata diperpanjang tiga minggu sejak kesepakatan awal pada 16 April.
Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Israel (IDF) mengaku sudah menyerang 500 wilayah di Lebanon selama gencatan senjata berlangsung. IDF mengatakan, semua wilayah yang mereka serang terletak di Lebanon selatan.
"Angka-angka ini menunjukkan bahwa tidak ada gencatan senjata di Lebanon selatan," bunyi pernyataan resmi IDF yang disiarkan di radio pada Selasa (5/5/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
1. Ada pasukan IDF yang tewas dan terluka saat menyerang Lebanon

Dalam pernyataannya, IDF menyebut ada lima pasukan yang tewas saat melakukan serangan ke Lebanon selatan. Sementara itu, 33 pasukan lainnya hanya mengalami luka-luka.
IDF menjelaskan, 3 pasukan mereka tewas karena terkena serangan drone Hizbullah, sedangkan 2 lainnya tewas karena terkena ledakan bom. Sementara itu, 31 pasukan terluka karena terkena bom, sedangkan 2 lainnya terluka karena terlibat perkelahian dengan pasukan Hizbullah.
“Lima tentara dari angkatan darat dan pasukan keamanan tewas dan 33 lainnya luka-luka sejak gencatan senjata,” lanjut pernyataan resmi IDF.
2. Israel masih menyerang Lebanon selatan untuk membasmi Hizbullah

Saat ini, Israel memang masih melakukan serangan di Lebanon selatan. Mereka menyerang wilayah tersebut untuk membasmi Hizbullah. Sebab, milisi tersebut dilaporkan bermarkas di sana.
Kendati ditujukan kepada Hizbullah, serangan Israel justru ikut menewaskan banyak warga sipil yang tinggal di Lebanon selatan. Pada Senin (4/5/2026) lalu, misalnya, serangan Israel di Lebanon selatan menewaskan 17 orang. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, itu merupakan salah satu serangan terparah yang dilakukan Israel selama gencatan senjata berlangsung.
Oleh karena itu, IDF meminta semua warga yang tinggal di Lebanon selatan untuk mengungsi ke tempat aman. Langkah ini bertujuan agar penduduk di Lebanon selatan tidak terkena serangan lanjutan dari IDF.
3. Israel menyerang Lebanon di tengah gencatan senjata

Serangan Israel di Lebanon selatan ini terjadi di tengah gencatan senjata. Gencatan senjata Israel dan Lebanon sendiri sudah dimulai sejak 16 April lalu. Saat itu, Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat akhirnya menyepakati gencatan senjata selama sepuluh hari.
Gencatan senjata Israel dan Lebanon kini juga sudah diperpanjang selama tiga pekan. Kesepakatan ini diraih usai Israel dan Lebanon melakukan negosiasi langsung di Washington D.C., AS, pada 24 April lalu.
“Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu,” tulis Presiden AS, Donald Trump, di Truth Social soal perpanjangan gencatan senjata Israel dan Lebanon, seperti dilansir CNBC.















