Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Serangan Israel Tewaskan Tiga Jurnalis di Lebanon Selatan
ilustrasi jurnalis perang (Mstyslav Chernov/Unframe/http://www.unframe.com/, CC BY-SA 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0>, via Wikimedia Commons)
  • Tiga jurnalis tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan, meski mobil mereka bertanda pers jelas dan dihantam empat rudal presisi.
  • Militer Israel menuduh salah satu jurnalis terkait Hizbullah, sementara Presiden dan Perdana Menteri Lebanon mengecam keras pelanggaran hukum internasional tersebut.
  • Konflik meningkat setelah serangan AS-Israel ke Iran, menewaskan lebih dari 1.100 warga Lebanon dan memicu pertempuran sengit antara Israel dan Hizbullah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tiga jurnalis tewas setelah serangan udara Israel menghantam mobil yang mereka tumpangi di dekat kota Jezzine, Lebanon selatan, pada Sabtu (28/3/2026). Padahal, kendaraan tersebut menampilkan tanda pers secara jelas.

Mereka yang tewas terdiri dari koresponden TV Al-Manar Ali Shuaib, koresponden Al-Mayadeen Fatima Fatouni dan saudara laki-lakinya Mohammad yang bekerja sebagai juru kamera. Menurut Al Mayadeen, mobil mereka dihantam oleh empat rudal presisi.

1. Militer Israel tuduh salah satu jurnalis sebagai anggota Hizbullah

para jurnalis di Gaza (Al Jazeera English, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)

Dilansir dari Al Jazeera, militer Israel mengakui serangan tersebut dan mengklaim bahwa Shuaib merupakan anggota unit intelijen Hizbullah yang melacak posisi pasukan Israel di Lebanon selatan. Ia juga dituding menyebarkan propaganda Hizbullah.

Al-Manar, tempat Shuaib bekerja, menggambarkannya sebagai salah satu koresponden perang paling terkemuka yang telah meliput serangan Israel di Lebanon selama beberapa dekade. Sementara itu, dengan tewasnya Fatouni, Al Mayadeen telah kehilangan enam jurnalisnya sejak dimulainya putaran konflik sebelumnya antara Israel dan Hizbullah pada 2023.

Israel, yang telah membunuh lebih dari 270 jurnalis di Gaza sejak Oktober 2023, sering kali mengklaim bahwa pekerja media yang menjadi targetnya merupakan anggota atau terkait dengan kelompok bersenjata tanpa pernah menyertakan bukti. Namun, tidak ada satu pun media yang membenarkan tuduhan tersebut.

2. Israel menewaskan dua pertiga dari 129 jurnalis secara global pada 2025

Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Presiden Lebanon Joseph Aoun (Stavros Ioannides, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyatakan bahwa Israel kembali melanggar aturan paling dasar hukum internasional dengan menargetkan warga sipil yang menjalankan tugas profesional mereka. Ia menyebut serangan itu sebagai kejahatan terang-terangan yang melanggar semua norma dan perjanjian yang menjamin perlindungan bagi jurnalis selama konflik bersenjata.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, juga mengecam serangan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional.

Menurut Committee to Protect Journalists (CPJ), sedikitnya 129 jurnalis tewas secara global pada 2025, dengan Israel bertanggung jawab atas dua pertiga dari kematian tersebut. Hingga kini, Israel telah membunuh lebih banyak jurnalis dibanding negara mana pun dalam sejarah pencatatan CPJ.

3. 1.142 orang di Lebanon tewas akibat serangan Israel

serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah ketika Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel pada 2 Maret 2026, menyusul serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran pada 28 Februrari 2026, yang turut menewaskan pemimpin tertinggi Ali Khamenei. Israel membalas dengan melancarkan serangan udara besar‑besaran di seluruh Lebanon dan operasi darat di wilayah selatan.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 1.142 orang telah tewas dan 3.315 lainnya terluka akibat serangan Israel.

Sebelumnya, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa sejak Sabtu fajar, Israel telah melancarkan serangan udara dan serangan artileri ke 42 kota kecil dan wilayah di Lebanon. Sebagian besar terjadi di wilayah selatan. Sementara itu, Hizbullah juga mengklaim telah melancarkan puluhan serangan terhadap pasukan Israel dalam 24 jam terakhir, dikutip dari The New Arab.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team