para jurnalis di Gaza (Al Jazeera English, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)
Dilansir dari Al Jazeera, militer Israel mengakui serangan tersebut dan mengklaim bahwa Shuaib merupakan anggota unit intelijen Hizbullah yang melacak posisi pasukan Israel di Lebanon selatan. Ia juga dituding menyebarkan propaganda Hizbullah.
Al-Manar, tempat Shuaib bekerja, menggambarkannya sebagai salah satu koresponden perang paling terkemuka yang telah meliput serangan Israel di Lebanon selama beberapa dekade. Sementara itu, dengan tewasnya Fatouni, Al Mayadeen telah kehilangan enam jurnalisnya sejak dimulainya putaran konflik sebelumnya antara Israel dan Hizbullah pada 2023.
Israel, yang telah membunuh lebih dari 270 jurnalis di Gaza sejak Oktober 2023, sering kali mengklaim bahwa pekerja media yang menjadi targetnya merupakan anggota atau terkait dengan kelompok bersenjata tanpa pernah menyertakan bukti. Namun, tidak ada satu pun media yang membenarkan tuduhan tersebut.