Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Serangan Pemberontak di Nigeria, 15 Orang Tewas
ilustrasi kelompok militan Islam (unsplash.com/Hamayoon Pacha)
  • Kelompok Boko Haram dan ISWAP melancarkan serangan di tiga wilayah timur laut Nigeria, menewaskan 15 orang yang terdiri dari 12 tentara dan 3 warga sipil.
  • Pasukan Nigeria berhasil memukul mundur pemberontak setelah pertempuran sengit, meski kehilangan beberapa prajurit dan warga sipil dalam insiden tersebut.
  • Serangan ini terjadi sepekan setelah Boko Haram dan ISWAP menyerang markas militer di Ngoshe, Borno, yang menewaskan lebih dari 300 orang dan menculik lebih dari 100 perempuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Geng pemberontak yang berasal dari kelompok militan Islam Boko Haram dan Islamic State West African Province (ISWAP) dilaporkan melakukan serangan brutal di Nigeria. Serangan tersebut terjadi pada Senin (9/3/2026) dini hari waktu setempat. 

Serangan tersebut terjadi di tiga wilayah yang ada di Nigeria timur laut, yakni Kukawa, Dalwa and Goniri. Menurut keterangan warga, serangan tersebut telah menewaskan 15 orang. Mereka terdiri dari 12 tentara dan 3 warga sipil.

1. Boko Haram dan ISWAP menyerang tiga wilayah secara bersamaan

ilustrasi distrik di Nigeria (unsplash.com/Paul Edesemi)

Di Kukawa, pasukan Boko Haram dan ISWAP melakukan serangan ke markas militer Nigeria. Di sana, pertempuran terjadi selama kurang lebih tiga jam. Enam tentara Nigeria tewas dalam pertempuran tersebut.

Sama seperti di Kukawa, di Dalwa, pasukan Boko Haram dan ISWAP juga menyerang tentara Nigeria. Sebanyak dua tentara dan tiga warga sipil tewas dalam serangan tersebut.  Setelah berhasil membunuh beberapa tentara dan warga, Boko Haram dan ISWAP lantas menjarah kurang lebih 250 rumah warga yang ada di Dalwa.

Di Goniri, pasukan Boko Haram dan ISWAP membakar rumah dan mobil yang ada di markas militer Nigeria. Berdasarkan keterangan tentara yang bertugas di sana, empat rekan mereka tewas dalam serangan tersebut. 

2. Pasukan Nigeria berhasil memukul mundur pasukan Boko Haram dan ISWAP

ilustrasi tentara Nigeria (pexels.com/Joel Santos)

Meski berhasil membunuh beberapa tentara dan warga sipil, pasukan Nigeria akhirnya berhasil mengalahkan pasukan Boko Haram dan ISWAP. Pasukan Nigeria juga berhasil memukul mundur para pemberontak dari markasnya. 

Meski begitu, Juru Bicara militer Nigeria, Sani Uba, sangat menyayangkan ada tentara dan warga sipil yang tewas dalam serangan Boko Haram dan ISWAP. Ia mengatakan serangan seperti itu seharusnya tidak dilakukan karena mengancam keamanan negara. 

"Sayangnya, pertempuran tersebut merenggut nyawa beberapa prajurit pemberani dan gagah berani, termasuk seorang perwira luar biasa di Kukawa, yang telah mengorbankan nyawanya," kata Uba, seperti dilansir The Strait Times.

3. Boko Haram dan ISWAP sebelumnya sudah menyerang markas militer Nigeria

ilustrasi markas militer (pexels.com/Get Lost Mike)

Sebelumnya, Boko Haram dan ISWAP sudah melakukan serangan ke markas militer Nigeria yang ada di Ngoshe, Negara Bagian Borno, pada Rabu (4/3/2026) pekan lalu. Lebih dari 300 orang tewas dalam serangan tersebut. 

Dalam serangan pekan lalu, Boko Haram dan ISWAP juga berhasil menyulik lebih dari 100 perempuan yang tinggal di Ngoshe. Mereka menyulik semua perempuan tersebut untuk dijadikan sandera.

"Saya dapat memastikan bahwa telah terjadi insiden yang tidak menguntungkan. Namun, berkat upaya personel keamanan, kami berhasil memukul mundur para pemberontak," kata petugas polisi di Borno, Nahum Daso Kenneth, dilansir BBC

Sebagai informasi, kelompok militan Islam Boko Haram dan ISWAP sudah melakukan pemberontakan di Nigeria selama 17 tahun. Selama itu, mereka kerap menyerang militer dan warga sipil yang tidak bersalah secara membabi buta hingga menewaskan banyak orang.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team