Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Situasi Membara di Timur Tengah, AS Minta Warganya Waspada dan Pergi
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. (Gage Skidmore from Surprise, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Pemerintah AS melalui Menlu Marco Rubio menegaskan keselamatan warga Amerika sebagai prioritas utama di tengah meningkatnya ketegangan dan operasi militer di Timur Tengah.
  • Departemen Luar Negeri AS mengaktifkan satuan tugas 24 jam, menambah personel, serta meminta warga mendaftar di Smart Traveler Enrollment Program untuk menerima pembaruan keamanan.
  • AS mengeluarkan peringatan darurat bagi warganya di 14 negara agar segera meninggalkan wilayah terdampak akibat eskalasi serangan udara antara Iran, Israel, dan sekutu AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengatakan, keselamatan dan keamanan warga negara AS di seluruh dunia menjadi prioritas utama Departemen Luar Negeri AS.

Dalam pernyataannya tentang situasi yang memanas di Timur Tengah, termasuk operasi militer yang disebut ‘Operation Epic Fury’ serta serangan yang disebutnya dilakukan Iran terhadap sejumlah negara Teluk, Rubio mengatakan, Pemerintah AS segera mengambil langkah cepat untuk melindungi warganya di kawasan tersebut.

“Segera setelah operasi ini dimulai, atas arahan saya, Departemen Luar Negeri mengaktifkan satuan tugas 24 jam penuh,” ujar Rubio dalam pernyataan video di media sosialnya, Rabu (4/3/2026).

Dia mengatakan, pihaknya telah menambah personel dan sumber daya guna menyediakan informasi terbaru tentang keamanan bagi warga Amerika.

Seluruh warga negara AS yang berada di Timur Tengah diminta untuk mendaftarkan diri dalam Smart Traveler Enrollment Program (STEP) agar dapat menerima pembaruan informasi langsung dari kedutaan atau konsulat AS terdekat. Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi step.state.gov.

Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan seiring laporan serangan dan respons militer yang melibatkan Iran, Israel, serta kepentingan AS di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Negeri Paman Sam mengeluarkan peringatan darurat kepada warganya di 14 negara dan memerintahkan mereka untuk segera meninggalkan wilayah tersebut di tengah eskalasi aksi militer di Timur Tengah. Instruksi tegas itu disampaikan dengan huruf kapital, "DEPART NOW."

Pesan tersebut diunggah di platform X oleh Asisten Menteri Luar Negeri AS Mora Namdar. Dalam pernyataannya, dia meminta warga Amerika menggunakan transportasi komersial untuk keluar dari negara-negara terdampak karena risiko keselamatan yang serius.

Peringatan ini muncul setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran yang memicu gangguan luas terhadap lalu lintas udara di Timur Tengah. Ratusan ribu pelancong terlantar, sementara sejumlah bandara utama di kawasan terpaksa ditutup.

Editorial Team