Chulaeli Ali (73) saat bersiap menuju Indonesia di Bandara King Abdulaziz Jeddah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Tak tega melihat kesedihan tersebut, Kamal bersama rekan-rekan petugas di Sektor 2 Makkah langsung berinisiatif patungan. Mereka berbelanja berbagai macam buah tangan untuk memenuhkan koper Chulaeli.
"Alhamdulillah terkumpul sangat banyak, ada abaya, sorban, cokelat, kurma, boneka, sangat tidak disangka," tutur Kamal. Mengingat keterbatasan gerak Chulaeli akibat stroke, para petugas juga turun tangan membantu menyusun dan merapikan seluruh barang ke dalam kopernya.
Empati ini tidak hanya datang dari petugas resmi. Ketua Regu 2 asal Kendal, Masruri (57), bersaksi bahwa teman-teman seregu dan serombongan juga memperlakukan Chulaeli layaknya keluarga kandung. Bantuan tenaga mengalir setiap hari, mulai dari mencucikan baju, membelikan bubur kentang, hingga membantu menyuapi makan.
"Perhatian petugas dan teman-teman itu sangat luar biasa, seperti pada keluarganya sendiri," puji Masruri sebelum bertolak ke Tanah Air.
Kabar mengenai ketulusan hati para petugas dan jemaah di Arab Saudi ini sampai ke telinga keluarga di Kendal. Sang anak, Khaedar (50), mengaku sangat bersyukur ayahnya bisa beribadah dan dirawat dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih kepada semua yang telah membantu dan memperhatikan bapak saya. Saya mewakili keluarga Pak Chulaeli tidak bisa membalas satu per satu," ucap Khaedar terharu.