Jenderal Angkatan Udara AS Dagvin Anderson dan Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi (U.S. Army photo by Sgt. 1st Class Kenneth Tucceri, Public domain, via Wikimedia Commons)
Sebelumnya, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, menuduh Somaliland menerima tiga syarat berat dari Israel. Syarat tersebut meliputi penampungan warga Palestina, izin pembangunan pangkalan militer di Teluk Aden, dan kewajiban bergabung dengan Abraham Accords.
Pemerintah di Hargeisa menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya untuk menyesatkan komunitas internasional. Mereka menilai narasi ini sengaja dihembuskan untuk merusak kemajuan diplomatik yang baru saja diraih Somaliland.
“Pemerintah Republik Somaliland dengan tegas menolak klaim palsu yang dibuat oleh Presiden Somalia mengenai pemukiman kembali warga Palestina atau pendirian pangkalan militer di Somaliland,” ungkap Kementerian Luar Negeri Somaliland, dilansir The Straits Times.
Somaliland menegaskan komitmennya terhadap stabilitas regional dan kerja sama internasional yang damai. Hubungan dengan Israel diklaim dijalankan dengan menghormati hukum internasional dan kedaulatan kedua belah pihak.