ilustrasi perang (pexels.com/Pixabay)
Sikap Madrid berbeda dengan beberapa negara besar Eropa lainnya. Inggris, Prancis, dan Jerman memutuskan mengizinkan atau menyatakan kesiapan mengizinkan pangkalan mereka dipakai guna mendukung AS atas dasar pertahanan kolektif setelah Iran menyerang balik aset AS serta infrastruktur energi di Timur Tengah. Ketiganya merilis pernyataan bersama yang menyebut mereka terkejut atas serangan rudal yang dianggap tidak pandang bulu dan tak proporsional terhadap negara-negara di kawasan, termasuk yang tak terlibat dalam operasi awal AS dan Israel, serta menyatakan akan bekerja sama dengan AS dan sekutu regional.
Serangan gabungan AS dan Israel itu menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengirim surat resmi kepada PBB dan menyebut pembunuhan tersebut sebagai pelanggaran serius yang belum pernah terjadi terhadap norma dasar hubungan antarnegara. Dalam surat yang dirilis Kantor Berita WANA Iran, ia menegaskan Piagam PBB hanya memperbolehkan penggunaan kekuatan jika mendapat persetujuan Dewan Keamanan atau sebagai bentuk pembelaan diri, serta menyebut serangan terhadap sekolah, bangunan tempat tinggal, dan fasilitas darurat sebagai kejahatan perang.
Araghchi juga menyampaikan pernyataannya melalui X.
“Kami tidak memahami alasan serangan AS terhadap Iran. Mungkin pemerintahan AS terseret ke dalamnya. Yang saya ketahui adalah: Iran akan menghukum mereka yang membunuh anak-anak kami. Permusuhan kami bukan terhadap rakyat Amerika, yang sekali lagi dibohongi,” tulisnya.