Jakarta, IDN Times - Spanyol dan Prancis, pada Sabtu (2/5/2026), mengecam serangan ekstremis Israel terhadap seorang biarawati Prancis yang terjadi di Yerusalem baru-baru ini. Keduanya mendesak agar pelaku dimintai pertanggungjawaban.
“Israel harus menjamin kebebasan beribadah, menghormati status quo di Yerusalem, dan mengambil tindakan untuk mencegah tindakan kekerasan tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri Spanyol, dikutip dari TRT.
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, menyebut serangan itu sebagai tindakan keji.
“Hukuman harus setimpal agar tindakan anti-Kristen yang kian marak di Tanah Suci dapat dihentikan—tindakan yang, bagi Prancis yang berkomitmen pada misi historisnya untuk melindungi komunitas Katolik dan situs-situs suci, tidak dapat ditoleransi dalam keadaan apa pun,” tulis Barrot di media sosial X.
