Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sri Mulyani Jadi Dewan Pengurus Gates Foundation
Sri Mulyani (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Spt/am)

Intinya sih...

  • Pengalaman Sri Mulyani sebagai menteri keuangan perempuan selama hampir dua dekade dinilai akan membawai perspektif berharga bagi Gates Foundation.

  • Gates Foundation fokus pada tiga tujuan utama, termasuk mencegah kematian ibu dan bayi serta mengangkat puluhan juta orang dari jurang kemiskinan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Lepas dari posisi Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani tak butuh waktu lama untuk menikmati jeda dari bekerja. Gates Foundation menunjuk Sri Mulyani sebagai dewan pengurus yayasan. Pengalamannya sebagai bendahara negara perempuan selama hampir dua dekade dinilai akan membawai perspektif berharga bagi Yayasan milik Bill Gates itu.

"Sri Mulyani membawa bekal pengalaman yang dalam, dalam membentuk ekonomi yang adil. Ini merupakan keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan," ujar CEO Gates Foundation, Mark Suzman dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).

Suzman menilai kepemimpinan Sri Mulyani akan membantu memastikan sumber daya yang dimiliki dapat digunakan untuk mengembangkan peluang, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan hasil bagi masyarakat di seluruh dunia.

Suzman menambahkan, Sri Mulyani bergabung dengan Gates Foundation di momen yang bersejarah. Pendiri yayasan, Bill Gates telah membuat komitmen bersejarah untuk memanfaatkan dana abadi yayasan yang dikumpulkan lebih dari 20 tahun hanya untuk tiga tujuan.

1. Gates Foundation fokus untuk mencegah kematian ibu dan bayi

bill and melinda gates foundation (fastcompany.com)

Gates Foundation memiliki tiga tujuan penting untuk pemanfaatan dana abadi yayasan, yaitu mengakhiri kematian ibu dan bayi, memastikan generasi mendatang bisa tumbuh tanpa harus mengalami penyakit menular yang mematikan dan mengangkat puluhan juta orang dari jurang kemiskinan. Kemudian, menyediakan jalan menuju ke kesejahteraan.

Dalam keterangannya, perempuan yang akrab disapa Ani itu mengaku terhormat bisa ikut bergabung ke dalam pengurus Gates Foundation.

"Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun untuk memberikan dampak terbesar dalam kehidupan mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bergabung dengan dewan Gates Foundation untuk berkontribusi di momen penting yang membuka peluang dan menantang," ujar Ani.

Ia mengisahkan, awal mula kolaborasi dirinya dengan Gates Foundation sudah berlangsung hampir 10 tahun lalu.

"Kolaborasi saya dengan Gates Foundation berawal dari karya yang mengulik bagaimana teknologi baru dapat memperluas peluang dan memajukan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," tutur dia.

2. Sri Mulyani mengajar di Universitas Oxford

Mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati tiba di Gedung Juanda Kemenkeu pada Selasa (9/9/2025). (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Sri Mulyani juga kembali aktif di dunia pendidikan dengan mengajar di Blavatnik School of Government University of Oxford. Ia mengajar di program khusus World Leaders Fellowship mulai tahun ini.

"Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan Indonesia dan mantan Direktur Pelaksana serta Chief Operating Officer di Bank Dunia, akan mengikuti World Leaders Fellowship di Blavatnik School of Government untuk tahun 2026," demikian, dikutip dari situs resmi Blavatnik School of Government University.

Sri Mulyani akan mengajar di sana selama satu tahun penuh dalam program tersebut.

3. Sri Mulyani akan berbagi pengalamannya sebagai menkeu di ruang kelas

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Nota Keuangan di Jakarta, Jumat (15/8/2025). (dok. YouTube Kemenkeu)

Di program khusus World Leadership Blavatnik School of Government University of Oxford itu, Sri Mulyani bakal berbagi pengalaman dalam meramu kebijakan.

"Saya berharap dapat berkontribusi secara bijaksana dengan komunitas ini, berbagi pengalaman saya sambil terus belajar, dan mendukung generasi pembuat kebijakan berikutnya dalam mempersiapkan mereka untuk memimpin dengan integritas, kompetensi, dan martabat di lingkungan yang semakin kompleks," tuturnya dalam video yang diunggah oleh Blavatnik School of Government.

Program Blavatnik World Leaders Fellowship sendiri ditujukan bagi para pemimpin global yang sedang beralih dari memimpin negara atau organisasi mereka ke tahap selanjutnya dalam perjalanan kepemimpinan publik mereka.

Editorial Team