Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth telah memerintahkan penundaan pengiriman rudal dan amunisi ke Ukraina di tengah persediaan pasokan militer AS yang menipis. Para pejabat pertahanan mengatakan persenjataan lainnya dapat ditahan hingga asesmen selesai dilakukan.
Hegseth memerintahkan penundaan beberapa minggu setelah mengeluarkan memo yang memerintahkan peninjauan persediaan amunisi AS. Persediaan telah habis setelah bertahun-tahun Washington mengirimkan senjata ke Ukraina dan hampir dua tahun operasi militer di Timur Tengah untuk memerangi pemberontak Houthi di Yaman, serta membela Israel dan sekutunya melawan Iran.
Senjata yang ditunda tersebut mencakup puluhan pencegat Patriot yang dapat bertahan terhadap rudal Rusia, ribuan amunisi Howitzer berdaya ledak tinggi 155 mm, lebih dari 100 rudal Hellfire, lebih dari 250 sistem rudal berpemandu presisi dan puluhan rudal permukaan-ke-udara Stinger, rudal udara-ke-udara AIM, serta peluncur granat.
"Keputusan ini dibuat untuk mengutamakan kepentingan AS setelah tinjauan DOD (Departemen Pertahanan AS) atas dukungan dan bantuan militer negara kita kepada negara-negara lain di seluruh dunia. Kekuatan Angkatan Bersenjata AS tetap tidak perlu dipertanyakan lagi, tanyakan saja kepada Iran," ungkap juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, dikutip dari NBC News.