Bendera Tiongkok. (Unsplash.com/Macau Photo Agency)
China telah berjanji untuk menurunkan emisi karbon dioksida pada 2030 dan menjadi nol bersih pada 2060. Akan tetapi, negara ini menolak seruan untuk melakukan pengurangan yang lebih berani.
China telah lama bergantung pada tenaga batu bara yang sangat berpolusi, guna mendorong perekonomiannya yang besar. Namun, hal ini dibarengi dengan kemunculannya sebagai pemimpin energi terbarukan dalam beberapa tahun terakhir.
"China akan mempercepat pengembangan sistem kontrol emisi karbon untuk membantunya mencapai target, mencapai puncak emisi gas penyebab pemanasan iklim pada 2030," kata kabinet pada 2 Agustus, dikutip dari Reuters.
Di bawah rencana kerja yang diumumkan oleh Dewan Negara, sistem 'kontrol ganda' akan mulai berlaku selama periode rencana lima tahun 2026-2030. Selama periode tersebut, intensitas akan tetap menjadi ukuran utama, namun kontrol emisi total akan melengkapi hal tersebut, dan fokusnya akan bergeser ke kontrol emisi setelahnya.
Rencana itu juga menyerukan perbaikan dalam sistem statistik dan penghitungan emisi karbon pada 2025, dengan fokus pada industri-industri utama seperti listrik, baja, logam, bahan bangunan, dan petrokimia.