Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Survei: 92 Persen Warga AS Ingin Perang Iran Segera Usai
Warga sedang melakukan aksi demonstrasi terkait perang Iran (unsplash.com/Craig Melville)
  • Survei CBS menunjukkan 92 persen warga AS ingin perang dengan Iran segera berakhir karena dianggap tidak menyelesaikan masalah dan hanya memperburuk situasi di Timur Tengah.
  • Sebagian besar warga AS mendukung penghentian program nuklir Iran, menolak ancaman terhadap negara lain, serta lebih dari separuhnya setuju pergantian rezim di Iran.
  • Meski Trump menyatakan siap mengakhiri perang, laporan menunjukkan AS masih mempertimbangkan serangan darat di Pulau Kharg untuk merebut wilayah dari Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - CBS pada Minggu (22/3/2026) merilis survei terbaru soal pandangan warga Amerika Serikat terhadap perang melawan Iran yang kini sedang terjadi di Timur Tengah. Survei tersebut dilakukan dengan menyebar pertanyaan ke sekitar 3.335 warga yang ada di AS dari 17 sampai 20 Maret 2026. 

Hasil survei tersebut menunjukkan, sebanyak 92 persen warga AS ingin perang antara Iran melawan AS dan Israel segera usai. Sebab, menurut mereka, perang tidak akan menyelesaikan masalah. Alih-alih menyelesaikan masalah, perang justru hanya akan membuat situasi jadi makin runyam.  

1. Warga AS mendukung penyetopan program nuklir Iran

ilustrasi ancaman nuklir (unsplash.com/Kilian Karger)

Meski begitu, menurut survei tersebut, 73 persen warga AS tetap mendukung seluruh negara di dunia untuk menyetop program nuklir Iran secara permanen. Sebab, program nuklir mereka dinilai mengancam keamanan dunia. 

Berdasarkan survei tersebut, 68 persen warga AS juga mendesak Iran untuk berhenti mengancam negara-negara Timur Tengah lainnya di tengah perang melawan AS dan Israel. Sebab, mereka tidak mau melihat negara-negara yang tidak bersalah ikut terkena serangan dari Iran.

Terakhir, dalam survei tersebut, sekitar 53 persen warga AS juga mendukung pergantian rezim di Iran. Sebab, mereka menilai rezim yang memimpin Iran saat ini tidak bisa membuat Iran menjadi negara yang sejahtera, aman, dan damai. 

2. Perang antara Iran dengan AS dan Israel masih berlanjut

ilustrasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Saat ini, perang antara Iran dengan AS dan Israel masih berlanjut. Pada Jumat (20/3/2026), Iran menyerang pangkalan militer AS dan Inggris yang ada di Pulau Diego Garcia, sebuah pulau yang ada di Laut India. Serangan itu dilakukan menggunakan dua rudal balistik jarak jauh. 

Beruntungnya, serangan tersebut tidak merusak pangkalan militer AS dan Inggris yang ada di sana. Sebab, pasukan AS dan Inggris berhasil melumpuhkan dua rudal yang ditembakkan Iran sebelum menghantam pangkalan militer mereka.

Sebelumnya, Iran menyebut AS dan Israel telah menyerang situs nuklir mereka di Kota Natanz. Sebagai balasan, Iran lantas menyerang situs nuklir Israel yang ada di Kota Dimona pada Sabtu (21/3/2026) malam waktu setempat.

3. AS sudah membuka opsi untuk mengakhiri perang dengan Iran

potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Sebetulnya, AS sudah membuka opsi untuk mengakhiri perang dengan Iran. Sebab, Presiden AS, Donald Trump, menilai Iran sudah kehabisan tenaga untuk melawan mereka dan Israel.

“Kita sudah sangat dekat untuk mencapai tujuan kita seiring kita mempertimbangkan untuk mengakhiri upaya militer besar-besaran kita di Timur Tengah sehubungan dengan rezim teroris Iran. Selat Hormuz juga harus dijaga dan diawasi, jika perlu, oleh negara-negara lain yang menggunakannya!” tulis Trump di Truth Social.

Namun, pernyataan Trump tersebut terkesan berbeda dengan realita di lapangan. Sebab, menurut seorang pejabat senior AS yang enggan disebut namanya, Trump kini sedang mempertimbangkan untuk melakukan serangan darat di Pulau Kharg. Langkah ini dilakukan karena AS ingin merebut pulau tersebut dari tangan Iran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team