ilustrasi rel kereta (pexels.com/Hinrich Oltmanns)
Kecelakaan maut terjadi saat bus "Mamun Special" yang menempuh perjalanan dari Chuadanga menuju Lakshmipur mencoba melintasi rel kereta api di area Paduar Bazar pada pukul 02.55 waktu setempat. Di saat bersamaan, kereta api mail dari Chattogram menuju Dhaka melaju kencang dan menghantam bagian tengah bus. Kerasnya benturan membuat bus terseret sejauh hampir satu kilometer ke arah utara menuju wilayah Jangalya-Kachua hingga badan kendaraan hancur total.
Penyebab utama kecelakaan ini diduga karena perlintasan tersebut tidak terjaga, serta tidak memiliki palang pintu otomatis maupun sinyal peringatan yang berfungsi. Akibatnya, bus tetap melaju ke atas rel tanpa menyadari kedatangan kereta.
"Kami menduga kecelakaan terjadi karena bus tetap masuk ke rel akibat tidak adanya rambu atau sinyal peringatan di perlintasan Padua Bazar," ujar Wakil Asisten Direktur Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil Cumilla, Mohammad Idris, dilansir Dhaka Tribune.
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap faktor krusial lainnya, yaitu absennya petugas penjaga perlintasan saat kejadian. Dua petugas yang seharusnya bertanggung jawab, yakni Md Helal dan Mehedi Hasan, dinyatakan lalai dalam menjalankan tugasnya. Padahal, jalur utama Dhaka-Chattogram seharusnya mendapatkan pengawasan penuh selama 24 jam untuk mencegah kendaraan terjebak di jalur kereta.
Kondisi jalanan yang sepi serta jarak pandang yang terbatas pada malam hari diduga membuat pengemudi bus merasa aman untuk terus melaju.
"Lima orang tewas seketika di lokasi kejadian, sementara beberapa lainnya dalam kondisi kritis saat pertama kali ditemukan oleh tim medis," ujar Sub-Inspektur Saiful Islam dari pos polisi EPZ, dilansir The Straits Times.
Para korban yang sebagian besar sedang tertidur lelap saat kejadian kini telah dievakuasi oleh tim gabungan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.