Pertempuran antara kedua negara bertetangga ini terus memburuk dan telah memasuki minggu ketiga. Ketegangan memuncak sejak akhir Februari setelah Afghanistan meluncurkan serangan balasan atas agresi udara Pakistan. Menteri Pertahanan Pakistan bahkan telah mendeklarasikan situasi ini sebagai perang terbuka.
Sebelum serangan di RS, insiden saling tembak di perbatasan telah menewaskan empat warga Afghanistan. Serangan mortir dari pasukan militer Pakistan pada malam sebelumnya juga menghancurkan sejumlah rumah warga di provinsi Khost. Konflik ini telah merusak kesepakatan gencatan senjata rapuh yang sempat ditengahi oleh Qatar pada Oktober lalu.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendesak Taliban untuk segera memberantas terorisme. PBB mengadopsi resolusi dengan suara bulat yang mengutuk segala bentuk aktivitas teroris dari wilayah Afghanistan. Selain itu, lembaga ini juga memperpanjang misi politik UNAMA di negara tersebut selama tiga bulan.
Sebelumnya, pemerintah China juga sempat mengirim utusan ke kawasan untuk menengahi pembicaraan damai, tetapi berakhir tanpa hasil. Sementara, negara-negara Teluk yang biasanya menjadi mediator masih disibukkan dengan perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran di Timur Tengah.