Pakistan Kembali Serangan Afghanistan, Empat Orang Tewas

- Pakistan kembali melancarkan serangan udara ke Kabul dan beberapa provinsi Afghanistan, menewaskan empat orang dan melukai 15 lainnya pada Jumat malam.
- Pemerintah Pakistan menyebut serangan ditujukan kepada milisi Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) yang dianggap sebagai kelompok teroris di wilayah perbatasan.
- Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meningkat sejak Februari 2026, menyebabkan puluhan korban jiwa serta lebih dari seratus ribu warga Afghanistan mengungsi.
Jakarta, IDN Times - Pakistan dilaporkan kembali menyerang Afghanistan pada Jumat (13/3/2026) malam waktu setempat. Serangan tersebut diluncurkan ke Ibu Kota Kabul dan beberapa provinsi di Afghanistan yang berbatasan langsung dengan Pakistan, seperti Provinsi Kandahar, Paktia, dan Paktika.
Menurut keterangan seorang polisi bernama Khalil Zadran, sebanyak empat orang di Kabul dinyatakan tewas imbas serangan Pakistan. Sementara itu, 15 orang lainnya mengalami luka-luka. Namun, Zadran tidak memberikan informasi soal jumlah korban di Provinsi Kandahar, Paktia, dan Paktika.
Dalam pernyataannya, Pemerintah Pakistan mengatakan serangan ini ditargetkan ke milisi Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) yang ada di Kabul, Kandahar, Paktia, dan Paktika. Pakistan menganggap milisi tersebut sebagai teroris yang kerap membuat teror di daerah perbatasan.
1. Pakistan sudah menyerang Afghanistan pada Februari

Serangan ini merupakan serangan terbaru yang dilakukan Pakistan ke Afghanistan. Sebab, Pakistan sebelumnya juga sudah menyerang Afghanistan pada 27 Februari 2026 lalu.
Saat itu, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, langsung mendeklarasikan status “Perang terbuka” dengan Afghanistan usai melancarkan serangan tersebut. Sebab, Asif menilai itu merupakan waktu yang tepat untuk melancarkan serangan balasan ke Afghanistan.
"Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang, ini adalah perang terbuka antara kami dan kalian," tulis Asif di media sosial, seperti dilansir CNA.
2. Serangan juga ditujukan kepada milisi TTP

Menurut Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, serangan pada Februari lalu juga ditujukan kepada pasukan milisi TTP yang ada di Kabul, Kandahar, dan Paktia. Sebab, markas mereka dilaporkan berada di ketiga wilayah tersebut.
Saat itu, Tarar mengklaim, setidaknya 133 pasukan TTP tewas dalam serangan Pakistan. Angka tersebut mencakup sejumlah komandan lapangan yang diduga mendalangi serangan- serangan di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan.
“Target pertahanan Taliban Afghanistan menjadi sasaran di Kabul, Provinsi Paktia, dan Kandahar," jelas Tarar di X.
3. Konflik Pakistan-Afghanistan sudah memanas dalam beberapa bulan terakhir

Selama beberapa bulan terakhir pada 2026 ini, konflik Pakistan dan Afghanistan kian memanas. Kedua negara saling melakukan serangan di daerah perbatasan hingga menewaskan banyak jiwa.
Pakistan mengklaim mereka telah berupaya menempuh jalan damai dengan Afghanistan agar perang tidak terus terjadi. Langkah ini juga dilakukan agar situasi di perbatasan kembali stabil. Sayangnya, Afghanistan tidak kooperatif dan terus melakukan serangan ke pasukan Pakistan. Oleh karena itu, Pakistan tidak punya pilihan lain selain melakukan serangan balasan kepada mereka.
Menurut data Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA), sepanjang Februari hingga Maret ini, sudah ada 56 orang yang tewas imbas serangan Pakistan di Afghanistan. Sementara itu, Badan PBB untuk Pengungsi (UN Refugee) menyebut sekitar 115.000 warga Afghanistan kini terpaksa mengungsi imbas serangan Pakistan.
Sebagai informasi, konflik yang terjadi antara Pakistan dan Afghanistan ini disebabkan oleh sengketa wilayah. Selain itu, konflik juga diperparah karena Pakistan menuduh Afghanistan mendukung kelompok TTP dalam melakukan teror di Pakistan.

















