Jakarta, IDN Times - Raja Inggris Charles III bersama Ratu Camilla melakukan kunjungan kenegaraan pertama mereka ke Amerika Serikat sejak naik takhta. Lawatan ini berlangsung di tengah dinamika global yang memanas, sekaligus menjadi sorotan atas masa depan hubungan bilateral London dan Washington.
Keduanya tiba di Joint Base Andrews pada Senin (27/4/2026) dan langsung melanjutkan agenda ke Gedung Putih untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan diawali dengan penyambutan singkat bersama Trump dan Ibu Negara Melania Trump, sebelum keempatnya melakukan sesi minum teh secara privat.
Kunjungan ini sebenarnya telah direncanakan jauh hari. Dalam pernyataan resmi pada 31 Maret, kerajaan Inggris menyebut lawatan ini dilakukan “atas saran Pemerintah Yang Mulia Raja, dan atas undangan Presiden Amerika Serikat.”
Lebih dari sekadar agenda seremonial, kunjungan ini dimaksudkan untuk merayakan hubungan bersejarah dan hubungan bilateral modern antara Inggris Raya dan Amerika Serikat, menandai peringatan 250 tahun Kemerdekaan Amerika. Namun, di balik simbolisme tersebut, tersimpan kekhawatiran akan dinamika politik yang tidak menentu.
