ilustrasi media sosial. (unsplash.com/Panos Sakalakis)
HRF merupakan sebuah yayasan pro-Palestina yang bermarkas di Belgia dan dipimpin oleh aktivis Dyab Abou Jahjah. Kelompok ini dinamai dari seorang anak perempuan Gaza yang tewas pada Januari 2024.
Kasus Burkons adalah bagian dari strategi "tentara pelancong" yang digalakkan HRF sejak 2024. Mereka rutin melacak lokasi liburan para veteran IDF dengan memanfaatkan jejak digital mereka di dunia maya.
Mereka mengklaim telah mengajukan lebih dari 80 aduan pidana serupa terhadap tentara Israel di berbagai belahan dunia. Salah satu kasus di Sri Lanka juga pernah menargetkan seorang prajurit lain bernama Gal Ferenbook pada Desember 2024.
"Kalian bisa saja membunuh para pemimpin perlawanan, tetapi kematian mereka justru menjadi kesaksian yang akan terus memberatkan kalian. Jutaan orang akan konsisten mengikuti jalan perjuangan ini. Kekuasaan kalian akan memudar, dominasi kalian akan berakhir," ungkap Jahjah menanggapi konflik yang ada, dilansir The Jerusalem Post.