Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Eksekusi 2 Pria yang Rencanakan Serangan Bersama Israel

Iran Eksekusi 2 Pria yang Rencanakan Serangan Bersama Israel
ilustrasi eksekusi mati (unsplash.com/Alireza Jalilian)
Intinya Sih
  • Iran mengeksekusi dua pria bernama Mohammad Masoum Shahi dan Hamed Validi karena bekerja sama dengan Mossad untuk merencanakan serangan di dalam negeri.
  • Eksekusi ini menambah daftar hukuman mati terhadap mata-mata yang dituduh membocorkan informasi rahasia Iran ke Israel sejak konflik dengan AS dan Israel pada Februari 2026.
  • Pemerintah Iran sebelumnya juga menangkap sekitar 500 orang yang diduga menjadi mata-mata Israel dan AS, sebagian besar terkait kebocoran data militer strategis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran dikabarkan telah mengeksekusi mati dua pria yang bekerja sama dengan agen intelijen Israel, Mossad, untuk melakukan serangan di dalam negeri. Kabar tersebut disampaikan oleh media Iran, Mizan, pada Minggu (19/4/2026).

Menurut laporan Mizan, dua pria yang sudah dieksekusi tadi bernama Mohammad ​Masoum Shahi dan Hamed Validi. Keduanya sudah ditangkap oleh otoritas Iran karena terbukti menjadi tangan kanan Mossad untuk melakukan mata-mata terhadap pemerintah. 

Setelah ditangkap, mereka menjalani proses persidangan dan akhirnya divonis hukuman mati. Namun, otoritas Iran tidak menjelaskan kapan keduanya ditangkap karena aksi mata-mata yang mereka lakukan.  

1. Iran sudah melakukan sejumlah eksekusi mati sejak berperang dengan AS dan Israel

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)

Iran sendiri sudah melakukan sejumlah eksekusi mati sejak mulai berperang dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Pada 18 Maret lalu, misalnya, Iran mengeksekusi mati seorang mata-mata yang menyebarkan info rahasia pemerintah ke Israel. 

“Hukuman mati terhadap seorang mata-mata rezim Zionis yang telah memberikan gambar dan informasi tentang lokasi-lokasi sensitif negara kepada petugas Mossad telah dilaksanakan pagi ini,” bunyi pernyataan resmi lembaga pengadilan Iran, seperti dilansir Times of Israel.

Menurut pengadilan Iran, mata-mata tersebut bernama Kouroush Keyvani. Ia dikabarkan telah ditangkap sejak Juni 2025 karena membocorkan informasi rahasia Pemerintah Iran ke Israel.

2. Pernah mendapat pelatihan dari Mossad Israel

Logo Mossad.
logo Mossad Israel (commons.wikimedia.org/Kahnew)

Sebelum ditangkap, Kevyani diketahui pernah membantu AS untuk melancarkan serangan ke fasilitas nuklir Iran. Selain itu, ia juga pernah mendapat pelatihan dari Mossad untuk melakukan aksi spionase. 

Saat itu, Kevyani dilatih Mossad di Tel Aviv dan di enam negara Eropa. Namun, tidak disebutkan secara detail negara Eropa mana yang menjadi tempat Mossad untuk melatih Kevyani.

3. Iran pernah menangkap ratusan mata-mata Israel

Mata-mata.
ilustrasi mata-mata (unsplash.com/Sergiu Nista)

Sebelum ini, Iran juga pernah menangkap 500 orang yang diduga membocorkan informasi rahasia pemerintah ke Israel. Namun, kepolisian Iran tidak memberi tahu kapan 500 orang tersebut ditangkap. 

Dari jumlah tersebut, media Iran, Tasnim, menyebut sebanyak 20 orang di antaranya ditangkap di Iran barat laut. Mereka ditangkap karena diduga membocorkan informasi rahasia milik militer Iran ke Israel. Sementara itu, sepuluh orang lainnya ditangkap di Iran timur laut. 

Menurut Pemerintah Iran, 500 orang yang telah ditangkap merupakan mata-mata Israel dan Amerika Serikat. Sebab, menurut Iran, Israel dan AS memang sengaja mengirim mata-mata ke wilayahnya. Langkah ini bertujuan agar Israel dan AS bisa mengetahui informasi rahasia milik Iran, terutama soal kekuatan militer. Dengan begitu, Tel Aviv dan Washington bisa dengan mudah mengalahkan Iran dalam peperangan yang kini sedang terjadi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More