ilustrasi pelaku kejahatan tertangkap polisi (pexels.com/Kindel Media)
Pemerintah Thailand mulai meningkatkan penegakan hukum di sejumlah wilayah wisata. Di Phuket, kepolisian mendakwa 33 warga negara asing terkait pelanggaran undang-undang bisnis asing, termasuk 13 warga Rusia dan 12 warga China.
Masalah keamanan juga menjadi perhatian setelah seorang warga China ditangkap di Pattaya karena menyimpan berbagai senjata militer, mulai dari senapan serbu hingga ranjau darat buatan Rusia. Kasus itu menambah sorotan terhadap aktivitas kriminal warga asing di Thailand.
Charnvirakul mengatakan pemerintah tak akan memberi toleransi kepada pelaku kriminal asing yang mengintimidasi warga lokal. Ia dijadwalkan memantau langsung operasi penertiban bisnis ilegal di Koh Phangan.
Di sisi lain, Dhnadirek menyatakan pemerintah tetap membuka ruang bagi investasi asing yang legal dan transparan. Namun, tindakan tegas akan diterapkan terhadap pihak yang memanfaatkan celah hukum hingga merugikan warga Thailand.
Pelaku industri pariwisata juga menaruh perhatian terhadap dampak kebijakan baru tersebut. Mereka khawatir pengetatan visa dapat membuat wisatawan memilih negara lain di kawasan Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Malaysia.