Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Selidiki Dugaan Pengiriman Chip Nvidia ke China via Perusahaan Thailand

AS Selidiki Dugaan Pengiriman Chip Nvidia ke China via Perusahaan Thailand
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/chris robert)
Intinya Sih
  • Pemerintah AS menyelidiki dugaan pelanggaran ekspor chip AI Nvidia oleh Super Micro Computer melalui perusahaan Thailand, OBON Corp, yang diduga menyalurkan server ke China secara ilegal.
  • OBON Corp disebut berperan dalam pengembangan layanan komputasi awan Siam AI di Thailand dan menjadi mitra resmi Nvidia Cloud Partner, namun kini diperiksa terkait jalur pengiriman server ke China.
  • Grup Alibaba membantah menerima server chip Nvidia dari jalur Thailand serta menegaskan tidak memiliki hubungan bisnis dengan pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan pengiriman ilegal tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki dugaan pengiriman server berisi chip akal imitasi (AI) Nvidia ke China melalui sebuah perusahaan di Thailand. Grup Alibaba diduga menjadi salah satu pembeli akhir dari perangkat keras bernilai miliaran dolar AS tersebut.

Kasus ini berawal dari penjelasan jaksa AS mengenai skema pendiri Super Micro Computer Inc. bersama pihak ketiga di Asia Tenggara. Mereka diduga melanggar aturan ekspor dengan mengirimkan semikonduktor AI ke China melalui jalur yang tidak diizinkan.

1. Pengungkapan skema pengiriman chip ilegal

Penyelidikan bermula dari surat dakwaan di pengadilan federal New York pada Maret 2026. Dokumen itu menyebut Super Micro Computer (SMCI) menjual server senilai 25 miliar dolar AS (Rp439,65 triliun) kepada "Company-1" di Asia Tenggara, yang selanjutnya dikirim ke China meski ada larangan ekspor dari AS. Company-1 adalah OBON Corp, sebuah perusahaan teknologi di Bangkok.

Jaksa menjelaskan, Super Micro mengirim server rakitan AS ke Taiwan, lalu dilanjutkan ke Thailand. Di sana, perangkat dikemas ulang tanpa merek untuk menutupi identitas barang. Perantara pihak ketiga juga dirotasi untuk mempersulit pelacakan bea cukai.

Super Micro membantah tuduhan ini dan menyatakan akan menyelesaikannya di pengadilan. Perkara ini tercatat sebagai dugaan pelanggaran ekspor chip AI terbesar sejak aturan pembatasan AS berlaku pada 2022. Pengadilan Distrik Selatan New York (SDNY) dan Departemen Perdagangan AS menolak berkomentar terkait hal ini.

2. Peran OBON Corp dalam pengembangan AI di Thailand

OBON Corp berperan dalam pengembangan AI di Thailand melalui pembentukan layanan komputasi awan Siam AI pada Mei 2024. OBON menyatakan akan memasang server Nvidia di pusat data Bangkok untuk Siam AI Cloud. Layanan ini kemudian menjadi mitra resmi pertama Nvidia Cloud Partner di Thailand pada Desember 2024.

Keponakan mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, Ratanaphon Wongnapachant, tercatat menjabat sebagai CEO OBON sekaligus CEO Siam AI. Saat diwawancarai, Ratanaphon menyatakan telah keluar dari OBON saat mendirikan Siam AI dan enggan mengomentari kasus tersebut.

"Saya hanya akan menjawab hal-hal tentang Siam AI, dan perusahaan ini tidak terlibat dalam kasus tersebut. Siam AI mengimpor kartu grafis (GPU) hanya untuk dipakai sendiri," ujar Ratanaphon, dilansir India Times.

Status hubungan OBON dan Siam AI saat ini belum dijelaskan lebih lanjut. Namun, OBON tetap menjadi fokus pemeriksaan karena diduga menjadi jalur transit server Super Micro menuju China.

3. Alibaba membantah tuduhan menerima server chip Nvidia dari Thailand

Grup Alibaba membantah tuduhan menerima server chip Nvidia dari jalur Thailand. Juru bicara perusahaan menyatakan, mereka tidak memiliki hubungan bisnis dengan Super Micro, OBON, atau perantara yang disebut dalam dakwaan.

"Kami tidak terlibat dalam dugaan pengiriman barang ilegal tersebut. Saat ini kami juga tidak memakai, dan tidak pernah memakai chip Nvidia yang dilarang di pusat data kami," kata juru bicara Alibaba, dilansir The Economic Times.

Meski demikian, pihak Alibaba tidak menjawab pertanyaan terkait potensi penggunaan chip tersebut oleh perusahaan cabang di luar pusat data resmi mereka, atau penggunaannya sebelum larangan ekspor berlaku.

Di sisi lain, juru bicara Nvidia menekankan, seluruh mitra bisnis diwajibkan mematuhi aturan ekspor dengan ketat. Nvidia mengklaim proses pemeriksaan yang mereka lakukan turut membantu pemerintah AS membongkar jaringan pengiriman ini.

"Kepatuhan terhadap aturan adalah dasar dari seluruh ekosistem kami, dan kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk menegakkan hukum," kata juru bicara Nvidia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More