Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bendera Togo (unsplash.com/aboodi_vm)
ilustrasi bendera Togo (unsplash.com/aboodi_vm)

Intinya sih...

  • Togo mengekstradisi mantan pemimpin junta militer Burkina Faso, Paul-Henri Sandaogo Damiba, yang diduga terlibat rencana pembunuhan dan kudeta di Burkina Faso.

  • Damiba dituduh sebagai otak upaya pembunuhan Presiden militer Traore dan kudeta di Burkina Faso, serta akan diinvestigasi terkait korupsi dana publik dan pencucian uang.

  • Bea Cukai Burkina Faso berhasil menyita 16.826 paket barang ilegal senilai 732 juta franc CFA (Rp22,1 miliar) yang mengandung sianida, sulfur, dan peralatan militer di perbatasan negara.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Togo akhirnya menangkap dan mengekstradisi mantan Pemimpin Junta Militer Burkina Faso, Paul-Henri Sandaogo Damiba. Penangkapan ini menyusul dugaan terlibat rencana pembunuhan dan kudeta di Burkina Faso. 

Pada awal Januari, Burkina Faso sudah dikejutkan dengan rencana penggulingan pemerintahan Presiden militer, Kapten Ibrahim Traore. Namun, rencana tersebut berhasil digagalkan oleh aparat keamanan setempat. 

Beberapa tahun terakhir, Burkina Faso dilanda ketidakstabilan imbas serangkaian rencana kudeta. Negara Afrika Barat itu juga dihadapkan pada krisis keamanan imbas aktivitas kelompok jihadis. 

1. Togo meminta Burkina Faso mengadili Damiba dengan adil

Kementerian Hukum Togo mengungkapkan sudah menyerahkan Damiba kepada otoritas Burkina Faso sejak akhir pekan lalu. Togo juga mendesak Burkina Faso mengadili Damiba dengan adil. 

“Dalam perjanjian dengan Togo, otoritas Burkina Faso berjanji untuk memastikan integritas fisik, kehormatan, dan memastikan Damiba menjalani proses hukum yang adi, termasuk tanpa adanya hukuman matil,” tuturnya, dikutip dari BBC, Rabu (21/1/2026). 

Nantinya, Damiba akan diinvestigasi terkait dengan korupsi dana publik, memperkaya diri sendiri dari sumber ilegal, korupsi, menghasut warga untuk melakukan kriminalitas. Selain itu, Damiba juga dituduh terlibat dalam pencucian uang. 

2. Damiba dituduh otak upaya pembunuhan Traore dan kudeta di Burkina Faso

Traore sudah menuding Damiba adalah otak di balik upaya pembunuhan dan kudeta di Burkina Faso. Eks pemimpin junta militer itu disebut sudah beberapa kali mengupayakan rencana kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Traore. 

Dilansir Punch News, tudingan ini datang terkait pengakuan dari terduga pelaku yang mendapat instruksi langsung dari Damiba. Sementara, kembalinya Damiba ke Burkina Faso disebut akan berdampak pada tensi militer dan politik.  

Damiba merupakan mantan pemimpin junta militer Burkina Faso pada 2022 usai kudeta militer. Berselang 9 bulan kemudian, ia dilengserkan oleh Traore dan melarikan diri ke Togo.

3. Burkina Faso sukses sita barang ilegal di perbatasan

Pada saat yang sama, Bea Cukai Burkina Faso sudah meluncurkan kampanye agresif dalam melawan penyelundupan barang ilegal. Otoritas lokal sudah menyita barang terlarang dan barang yang dapat meledak. 

Dilansir APA News, operasi yang digelar petugas bea cukai di Nando, Nakambe, dan Nazinon ini berhasil menyita 16.826 paket barang terlarang. Total nilai barang yang disita oleh otoritas Burkina Faso dalam sebulan terakhir mencapai 732 juta franc CFA (Rp22,1 miliar).

Barang mudah meledak tersebut diketahui mengandung sianida, sulfur, dan sejumlah peralatan militer. Semua benda tersebut sudah diserahkan kepada personel militer untuk dihancurkan.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team