Jakarta, IDN Times – Topan Bavi memicu gangguan besar di Asia Timur setelah menerjang Taiwan bagian utara, pulau-pulau terpencil di barat daya Jepang, serta wilayah pesisir China pada Sabtu (11/7/2026). Hampir dua juta warga di China harus dievakuasi, sementara puluhan ribu rumah kehilangan aliran listrik akibat pohon tumbang. Cuaca ekstrem yang melanda selama sepekan terakhir juga menyebabkan sedikitnya 39 orang meninggal dunia di China bagian selatan dan tengah akibat luapan sungai serta bendungan waduk yang jebol.
Data mitigasi bencana regional menurut laporan BBC menunjukkan Topan Bavi pertama kali mendarat di kota pesisir Taizhou sebelum bergerak dan membuat pendaratan kedua di Wenzhou menjelang tengah malam.
Pemerintah Provinsi Zhejiang mengevakuasi lebih dari 1,7 juta penduduk sebelum badai mencapai daratan pada Minggu dini hari serta menghentikan seluruh aktivitas luar ruangan, transportasi, kegiatan kerja, dan proses belajar mengajar guna mengurangi risiko.
