Sedikitnya 25 ribu orang mengungsi akibat topan Molave yang melanda Filipina. Ilustrasi (unsplash.com/Khamkeo Vilaysing)
Semalaman, angin topan Molave melewati ibukota Filipina, Manila. Topan Molave terus bergerak ke arah barat, ke Laut Tiongkok Selatan untuk menuju Vietnam. Ibukota Manila lolos dari kerusakan besar, akan tetapi 11 daerah pedesaan direndam banjir. Pohon-pohon tumbang, listrik terputus, dan atap rumah berhamburan dibawa oleh angin topan Molave.
Melansir dari laman berita Associated Press, setidaknya 25.000 penduduk Filipina yang terdampak Molave menjadi pengungsi. Mereka bertahan di gedung-gedung sekolah dan gedung-gedung pemerintahan lainnya yang disulap menjadi pusat evakuasi (26/10). Puing-puing bangunan berhamburan di tanah di beberapa kota yang dilewati oleh Molave.
Di Catanduanes, sekitar 500 kilometer arah timur Manila, 12 nelayan dikabarkan hilang. Mereka melakukan pekerjaan biasa yakni mencari ikan pada akhir pekan dan gagal pulang karena angin topan yang datang secara tiba-tiba. Sebuah kapal pesiar bernama MV Oceanic Explorer 3, juga tenggelam di provinsi Batangas, sebelah selatan ibukota Manila. Penjaga pantai mampu menyelamatkan tujuh awak kapal dan masih melakukan pencarian terhadap 1 korban lainnya yang hilang.
Al Jazeera melaporkan bahwa 1.800 pengemudi truk kargo dan ribuan penumpang terjebak di pelabuhan (26/10). Pihak pelabuhan menutup dan tidak mengijinkan kapal dan kapal feri berlayar ketika ombak laut masih mengganas. Mereka akan membuka kembali pelabuhan ketika cuaca sudah kembali cerah.