Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berencana berbicara langsung dengan Presiden Taiwan, Lai Ching-te, pada Rabu (20/5/2026). Rencana itu langsung menarik perhatian internasional karena bertolak belakang dengan praktik diplomatik yang dijaga Washington sejak mengalihkan pengakuan resmi dari Taipei ke Beijing pada 1979.
Trump mengungkapkan rencana tersebut di Pangkalan Bersama Andrews, Maryland, sebelum menaiki Air Force One. Saat ditanya wartawan soal sikapnya terhadap Lai, Trump memberi jawaban singkat.
“Saya akan berbicara dengannya. Saya berbicara dengan semua orang … Kami akan mengurus itu, masalah Taiwan,” ujar Trump, dikutip The Guardian.
