mantan Presiden AS Barack Obama dan mantan PM Irak Nouri al-Maliki (Spc. Kimberly Millett, USA, Public domain, via Wikimedia Commons)
Trump menyoroti kegagalan masa jabatan Maliki sebelumnya sebagai alasan penolakan AS. Politisi Partai Dawa itu dituduh membiarkan negara terperosok dalam kemiskinan serta kekacauan akut selama memimpin pada periode 2006 hingga 2014.
Washington menganggap kebijakan sektarian Maliki di masa lalu menjadi pemicu utama radikalisasi kelompok Sunni. Situasi tersebut menciptakan lahan subur bagi kebangkitan kelompok ekstremis Islamic State (ISIS) yang sempat menguasai sebagian besar wilayah Irak.
Trump mengklaim, tanpa bantuan AS, Baghdad tidak memiliki peluang untuk bangkit.
"Terakhir kali Maliki berkuasa, negara itu terperosok dalam kemiskinan dan kekacauan total. Itu tidak boleh dibiarkan terjadi lagi," tulis Trump di Truth Social, dikutip France 24.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga telah menyampaikan kekhawatiran serupa kepada PM Irak Mohammed Shia al-Sudani. Rubio menilai pemerintahan yang dikendalikan oleh Iran tidak akan bisa memprioritaskan kepentingan rakyat Irak.