Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Batasi Penggunaan Dana Iran untuk Makanan dan Obat Buatan AS
Donald Trump. (instagram.com/realdonaldtrump)
  • Donald Trump membatasi penggunaan dana Iran hanya untuk membeli makanan dan obat-obatan dari pemasok AS, dengan alasan membantu petani domestik sekaligus memenuhi kebutuhan pangan rakyat Iran.
  • Iran menolak klaim Trump soal kewajiban pembelian produk AS dan inspeksi nuklir tanpa batas waktu, menegaskan bahwa isu nuklir tidak termasuk dalam kesepakatan yang sedang berlaku.
  • Ketegangan meningkat di Selat Hormuz setelah Iran mengisyaratkan penerapan tarif tol pasca 60 hari kebebasan pelayaran, sementara AS menegaskan penolakannya terhadap rencana tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu perdebatan setelah menyatakan dana Iran yang telah dicairkan hanya boleh digunakan untuk membeli makanan dan obat-obatan dari pemasok dalam negeri AS. Kebijakan itu disebut bertujuan membantu petani AS sekaligus memenuhi kebutuhan pangan sekitar 91 juta penduduk Iran.

"Semua uang itu kembali dalam bentuk pembelian makanan yang sangat mereka butuhkan. Mereka memiliki 91 juta orang; mereka tidak dapat memberi mereka makan," kata Trump, dikutip Jerusalem Post, Rabu (24/6/2026).

Trump menyampaikan bahwa seluruh dana tersebut pada akhirnya akan kembali ke AS melalui pembelian komoditas yang dibutuhkan Teheran. Namun, Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati melalui kantor berita Tasnim membantah adanya kewajiban seperti itu dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang berlaku saat ini.

1. Trump memberikan peringatan kepada Iran

Pada 19 Maret 2016, Donald Trump mengadakan rapat umum di Fountain Park, Fountain Hills, Arizona. (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Trump menyampaikan AS akan bertindak tegas apabila Iran tak menjalankan komitmennya dalam kesepakatan tersebut. Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan di tengah perbedaan tafsir mengenai penggunaan dana yang telah dicairkan.

Trump kemudian menyampaikan pandangannya mengenai situasi kawasan. Ia mengatakan bahwa apabila Iran tak mematuhi kesepakatan atau tak berperilaku baik, dirinya akan mengambil langkah yang diperlukan.

Selain isu dana, Trump juga menanggapi komentar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai keberadaan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Lebanon. Trump menyebut dirinya sebagai sosok yang cepat menyelesaikan persoalan dan menyatakan AS akan meninjau kondisi di lapangan.

2. Iran membantah klaim inspeksi nuklir

ilustrasi bendera iran (pexels.com/aboodi vesakaran)

Kerangka kesepakatan yang lahir dari pembicaraan di Swiss dinilai masih rapuh karena kedua pihak memiliki pandangan berbeda mengenai isu nuklir. Trump menyebut Teheran telah menyetujui inspeksi nuklir tingkat tertinggi tanpa batas waktu.

“Iran telah sepenuhnya dan sepenuhnya menyetujui inspeksi Nuklir tingkat tertinggi di masa depan (tak terhingga!!!),” ujar Trump, dikutip Japan Times.

Iran membantah pernyataan tersebut dan menyatakan isu program nuklir sama sekali tak dibahas dalam negosiasi. Teheran juga menyebut tak memiliki komitmen untuk kembali mengundang inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Perbedaan pandangan juga muncul terkait pengelolaan aset luar negeri Iran yang dicairkan. Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa Ali Bahreini menyampaikan bahwa penggunaan dana tersebut akan diputuskan sendiri oleh Iran, sedangkan kesepakatan yang ada saat ini hanya mencakup pencabutan sanksi AS selama 60 hari agar Iran dapat menjual minyak dan menerima pembayaran.

3. Perselisihan regional memperbesar tekanan AS

Penampakan Selat Hormuz dari satelit (Jacques Descloitres, MODIS Land Rapid Response Team, NASA/GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)

Ketegangan baru muncul di Selat Hormuz yang menangani sekitar seperlima pasokan energi dunia. Pengaturan saat ini menjamin kebebasan pelayaran selama 60 hari, tetapi Iran mengisyaratkan akan menerapkan tarif tol setelah masa itu berakhir.

Iran dan Oman yang berbagi kendali atas perairan tersebut mengeluarkan pernyataan bersama mengenai hak kedaulatan mereka dalam mengatur lalu lintas serta biaya terkait. Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan kepada sekutu negara-negara Teluk bahwa Iran tak akan diizinkan memungut biaya tol dalam kesepakatan akhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article