Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu perdebatan setelah menyatakan dana Iran yang telah dicairkan hanya boleh digunakan untuk membeli makanan dan obat-obatan dari pemasok dalam negeri AS. Kebijakan itu disebut bertujuan membantu petani AS sekaligus memenuhi kebutuhan pangan sekitar 91 juta penduduk Iran.
"Semua uang itu kembali dalam bentuk pembelian makanan yang sangat mereka butuhkan. Mereka memiliki 91 juta orang; mereka tidak dapat memberi mereka makan," kata Trump, dikutip Jerusalem Post, Rabu (24/6/2026).
Trump menyampaikan bahwa seluruh dana tersebut pada akhirnya akan kembali ke AS melalui pembelian komoditas yang dibutuhkan Teheran. Namun, Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati melalui kantor berita Tasnim membantah adanya kewajiban seperti itu dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang berlaku saat ini.
