Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama tiga pekan ke depan. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump usai pertemuan dengan pejabat kedua negara di Gedung Putih.
Pengumuman tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah upaya intensif Washington untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang masih bergejolak. Pertemuan itu juga melibatkan Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Trump menyebut pertemuan tersebut berjalan positif dan membuka jalan bagi pembicaraan lanjutan antara Israel dan Lebanon. Ia menilai momentum ini penting untuk mendorong tercapainya kesepakatan damai yang lebih permanen.
Perpanjangan gencatan senjata ini juga menandai kelanjutan dari dialog langsung antara kedua negara, yang sebelumnya dimulai awal bulan ini dan menjadi kontak langsung pertama sejak 1993.
