Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Kecam Serangan Israel ke Ladang Migas Iran, Bantah Terlibat
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump mengecam serangan Israel ke ladang migas South Pars milik Iran dan menegaskan tidak akan ada lagi serangan semacam itu tanpa alasan jelas.
  • Trump membantah keterlibatan Amerika Serikat dalam penyerangan tersebut serta menegaskan bahwa Israel tidak berkoordinasi dengan Washington terkait aksi militernya.
  • Enam negara Islam di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, mengecam keras serangan Israel yang memicu ancaman balasan dari Iran terhadap fasilitas minyak di kawasan Teluk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengecam serangan yang dilakukan Israel ke ladang minyak dan gas (migas) South Pars. Dalam pernyataannya pada Rabu (18/3/2026), Trump berjanji tidak akan ada lagi serangan yang dilakukan Israel ke ladang migas terbesar di dunia milik Iran tersebut.

"Israel karena marah atas apa yang telah terjadi di Timur Tengah, telah menyerang secara brutal sebuah fasilitas besar di Iran yang dikenal sebagai ladang minyak dan gas South Pars. Sayangnya, Iran tidak mengetahui hal ini dan fakta-fakta penting lainnya terkait serangan ke South Pars. Oleh karena itu, secara tidak beralasan dan tidak adil, mereka (mengancam akan) menyerang sebagian fasilitas gas LNG di Qatar,” tulis Trump di Truth Social

“(Saya berjanji) tidak akan ada lagi serangan yang dilakukan oleh Israel di South Pars yang sangat penting dan berharga ini, kecuali jika Iran dengan gegabah memutuskan untuk menyerang pihak yang tidak bersalah, dalam hal ini, Qatar," lanjut Trump dalam pernyataannya.

1. Israel menyerang ladang migas South Pars pada malam hari

potret bendera Israel (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Sebelumnya,  Israel dilaporkan telah menyerang ladang migas South Pars milik Iran pada Rabu malam waktu setempat. Dalam sebuah video yang dirilis ABC News, serangan tersebut membuat sebagian besar area di ladang migas South Pars mengalami kebakaran hebat. 

Sebagai informasi, ladang migas South Pars sendiri terletak di area laut Teluk Persia. Ladang migas ini menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak global. Cadangan gas alam yang ada di sana juga sangat melimpah, yakni mencapai 14 sampai 51 triliun meter kubik. 

Sebagian besar negara di dunia mendapatkan pasokan migas yang berasal dari ladang South Pars. Oleh karena itu, serangan Israel terhadap fasilitas tersebut akan mengancam pasokan migas ke seluruh dunia. Jika pasokan terganggu, maka harga migas global akan makin meroket. 

2. Amerika Serikat membantah terlibat dalam penyerangan

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Awalnya, Amerika Serikat diduga terlibat dalam serangan Israel di ladang migas South Pars milik Iran. Namun, Presiden AS, Donald Trump, membantah asumsi tersebut. 

Dalam pernyataannya, Trump menyebut Negeri Paman Sam sama sekali tidak terlibat dalam serangan ke ladang minyak South Pars. Ia juga mengatakan Israel sama sekali tidak berkoordinasi dengannya terkait rencana penyerangan ke fasilitas energi tersebut. 

"Amerika Serikat tidak mengetahui apa pun tentang serangan khusus ini. Qatar juga sama sekali tidak terlibat di dalamnya. Mereka juga tidak tahu menahu bahwa serangan tersebut akan terjadi," tulis Trump di Truth Social.

3. Enam negara Islam di Timur Tengah mengecam serangan Israel ke ladang migas South Pars

peta negara-negara Timur Tengah (pexels.com/Lara Jameson)

Serangan Israel ke ladang migas South Pars ini menuai kecaman dari enam negara Islam di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Mereka menyebut serangan terhadap ladang migas tersebut sama sekali tidak dapat dibenarkan. 

Imbas serangan Israel, Pemerintah Iran mengancam akan segera melakukan serangan ke fasilitas minyak yang ada di negara-negara Teluk. Beberapa di antaranya, seperti di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. 

“Fasilitas perminyakan yang ada di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar akan ditargetkan dalam waktu dekat ini,” bunyi pernyataan resmi Pemerintah Iran yang dikutip oleh Tasnim.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team