Israel Serang Ladang Minyak dan Gas Terbesar di Dunia Milik Iran

- Israel melancarkan serangan ke ladang minyak dan gas South Pars milik Iran, menyebabkan kebakaran besar dan asap pekat di fasilitas energi terbesar dunia itu.
- Pemerintah Iran mengecam keras serangan tersebut dan mengancam akan membalas dengan menyerang fasilitas minyak di negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, UEA, dan Qatar.
- Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump membantah keterlibatan dalam serangan itu, menegaskan bahwa Israel bertindak tanpa koordinasi atau pemberitahuan sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Israel dilaporkan telah menyerang ladang minyak dan gas terbesar di dunia milik Iran. Israel menyerang ladang minyak dan gas (migas) bernama South Pars tersebut pada Rabu (18/3/2026) malam waktu setempat.
Dalam sebuah video yang dirilis ABC News, serangan tersebut membuat sebagian besar area di ladang minyak South Pars mengalami kebakaran hebat. Kebakaran tersebut menimbulkan asap hitam pekat yang terbang ke udara.
1. Iran mengecam serangan Israel ke ladang minyak dan gas South Pars

Pemerintah Iran langsung mengecam serangan yang dilakukan Israel ke ladang minyak dan gas South Pars. Mereka menyebut tindakan tersebut seharusnya tidak dilakukan karena bakal mengancam ketersediaan energi dalam negeri dan global.
Sebagai balasan, Iran mengancam akan segera melakukan serangan ke fasilitas minyak yang ada di negara-negara Teluk. Beberapa di antaranya, seperti di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
“Fasilitas perminyakan yang ada di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar akan ditargetkan dalam waktu dekat ini,” bunyi pernyataan resmi Pemerintah Iran yang dikutip oleh Tasnim.
2. Negara-negara Teluk mengecam serangan Israel ke ladang minyak dan gas South Pars

Meski diancam Iran, negara-negara Teluk, seperti Uni Emirat Arab dan Oman justru ikut mengecam serangan Israel ke fasilitas minyak dan gas South Pars. Mereka menyebut serangan ke ladang minyak tersebut akan mengancam ketersediaan energi global.
Sebagai informasi, ladang minyak dan gas South Pars sendiri terletak di area laut Teluk Persia. Ladang minyak dan gas terbesar di dunia milik Iran ini menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak global. Cadangan gas alam yang ada di sana juga sangat melimpah, yakni mencapai 14 sampai 51 triliun meter kubik.
Sebagian besar negara di dunia juga mendapatkan pasokan minyak dan gas yang berasal dari ladang South Pars. Oleh karena itu, serangan Israel terhadap fasilitas tersebut tentu akan mengancam pasokan minyak dan gas ke seluruh dunia. Jika pasokan terganggu, maka harganya minyak dan gas global akan makin meroket.
3. Amerika Serikat membantah terlibat dalam penyerangan

Awalnya, Amerika Serikat diduga terlibat dalam serangan Israel di ladang minyak dan gas South Pars. Namun, Presiden AS, Donald Trump, membantah asumsi tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut Negeri Paman Sam sama sekali tidak terlibat dalam serangan ke ladang minyak South Pars. Ia mengatakan, Israel sama sekali tidak berkoordinasi dengannya terkait rencana penyerangan ke fasilitas energi tersebut.
"Amerika Serikat tidak mengetahui apa pun tentang serangan khusus ini. Negara Qatar juga sama sekali tidak terlibat di dalamnya. Mereka juga tidak tahu menahu bahwa serangan tersebut akan terjadi," tulis Trump di Truth Social.


















