Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Kirim 5.000 Tentara AS ke Polandi, Untuk Apa?
tentara AS di pangkalan militer Ramstein, Jerman (U.S. Air Force photo by Airman 1st Class Norman Enriquez, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump umumkan pengiriman tambahan 5.000 tentara AS ke Polandia, setelah sebelumnya rencana serupa sempat dibatalkan tanpa penjelasan waktu dan tujuan pasti.
  • Trump kaitkan keputusan itu dengan kedekatannya pada Presiden Polandia Karol Nawrocki, sementara Gedung Putih belum memberi rincian teknis soal operasi militer tersebut.
  • Wakil Presiden JD Vance menegaskan Eropa harus mandiri dalam pertahanan, sejalan dengan tekanan Trump agar sekutu NATO menanggung lebih banyak tanggung jawab keamanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pengiriman tambahan 5.000 tentara AS ke Polandia. Pengumuman itu disampaikan setelah sebelumnya Washington sempat menyatakan rencana pengerahan pasukan ke Polandia dibatalkan.

Trump mengatakan, keputusan tersebut berkaitan dengan hubungannya dengan Presiden Polandia Karol Nawrocki, sosok nasionalis yang didukungnya dalam pemilu Polandia tahun lalu.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirim tambahan 5.000 tentara ke Polandia,” kata Trump melalui akun Truth Social miliknya, dikutip dari AFP, Jumat (22/5/2026).

Meski begitu, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai waktu pengerahan maupun tujuan spesifik penempatan pasukan tersebut. Pernyataannya diduga berkaitan dengan rencana pengiriman beberapa ribu tentara AS ke Polandia yang statusnya sempat tidak jelas dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, pejabat AS menyebut pengerahan 4.000 tentara ke Polandia dibatalkan. Kebijakan itu disebut menjadi bagian dari langkah pemerintahan Trump mengurangi jumlah pasukan luar negeri sekaligus menekan sekutu NATO agar lebih aktif mendukung operasi militer AS.

1. Trump kaitkan pengerahan dengan hubungan politik

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Dalam pernyataannya, Trump secara terbuka mengaitkan pengiriman pasukan dengan kedekatannya bersama Presiden Polandia Karol Nawrocki. Trump menyebut Nawrocki sebagai sekutu nasionalis yang ia dukung dalam pemilu tahun lalu.

“Saya bangga mendukungnya,” ujar Trump.

Namun, Gedung Putih belum memberikan penjelasan teknis mengenai bentuk operasi maupun lokasi penempatan tambahan pasukan tersebut di Polandia. Pernyataan Trump juga muncul di tengah meningkatnya tekanan pemerintah AS kepada negara-negara Eropa untuk mengambil tanggung jawab pertahanan yang lebih besar.

Washington dalam beberapa bulan terakhir berulang kali meminta sekutu NATO mengurangi ketergantungan terhadap perlindungan militer Amerika Serikat.

2. JD Vance sebut Eropa harus mandiri

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, sedang berpidato di acara AmericaFest 2025 di Phoenix Convention Center, Arizona. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya mengatakan pengerahan 4.000 tentara ke Polandia sebenarnya tidak dibatalkan, melainkan hanya ditunda. “Presiden Trump belum membuat keputusan final,” kata Vance pada Selasa lalu.

Meski demikian, Vance menegaskan negara-negara Eropa harus mulai berdiri dengan kemampuan pertahanan sendiri. “Eropa harus berdiri di atas kakinya sendiri,” ujar Vance.

Pernyataan itu mencerminkan dorongan Trump agar sekutu NATO menanggung lebih banyak beban pertahanan kawasan tanpa terlalu bergantung pada militer AS.

3. Trump tekan sekutu NATO soal Iran

lambang NATO (unsplash.com/jccards)

Pemerintahan Trump belakangan juga disebut menggunakan kebijakan militer untuk menekan sekutu-sekutu NATO yang dianggap tidak mendukung kebijakan AS di Timur Tengah. Trump terlihat kecewa terhadap negara-negara Eropa yang tidak ikut mendukung perang terkait Iran maupun tidak berkontribusi dalam misi penjagaan di Selat Hormuz.

Wilayah perairan strategis tersebut disebut efektif ditutup Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Awal Mei lalu, Pentagon juga mengumumkan penarikan 5.000 tentara AS dari Jerman.

Keputusan itu diumumkan setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan Iran telah mempermalukan Amerika Serikat dalam meja perundingan.

Editorial Team