Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, Kamis (5/3/2026). Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian kontroversi yang melibatkan kebijakan imigrasi, insiden penegakan hukum, hingga sorotan terhadap kehidupan pribadinya.
Noem selama menjabat dikenal dengan sikap keras terhadap isu imigrasi. Ia bahkan beberapa kali menggambarkan imigran dengan istilah kasar melalui unggahan di media sosial, yang memicu kritik luas dari berbagai kalangan.
Pemecatan itu juga terjadi di tengah gejolak politik dalam negeri Amerika Serikat, akibat pendekatan agresif pemerintah terhadap penegakan hukum imigrasi. Sejumlah kebijakan dan tindakan aparat di bawah kementerian yang dipimpinnya menjadi sorotan publik.
Tak lama setelah mengumumkan pencopotan tersebut dan menunjuk pengganti, Trump menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya besar pemerintahannya.
“Kami telah membuat pencapaian bersejarah di Departemen Keamanan Dalam Negeri, untuk membuat Amerika aman kembali,” tulis Trump di platform X, seperti dikutip Anadolu, Jumat (6/3/2026).
