Trump Janji AS Kawal Kapal di Selat Hormuz yang Ditutup Iran

- Presiden AS Donald Trump mengumumkan Angkatan Laut AS akan mengawal kapal tanker di Selat Hormuz setelah Iran menutup jalur vital tersebut di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
- Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga minyak dunia lebih dari 15 persen akibat serangan AS-Israel ke Teheran dan kekhawatiran terganggunya pasokan energi global.
- Iran merespons dengan menutup Selat Hormuz serta menyerang Israel dan pangkalan militer AS, memperburuk situasi di jalur perdagangan minyak utama dunia itu.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan segera mengawal kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di Truth Social, Rabu (4/3/2026), di tengah eskalasi konflik Iran dengan AS dan Israel.
Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berdampak langsung pada pasokan dan harga minyak dunia.
“Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan aliran enerrgi bebas ke dunia,” kata Trump, dilansir Al Jazeera.
“Kekuatan ekonomi dan militer Amerika Serikat merupakan yang terbesar di bumi — Akan ada tindakan lebih lanjut,” lanjut dia.
Harga minyak dunia tercatat melonjak lebih dari 15 persen sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Teheran tiga hari lalu. Lonjakan dipicu kekhawatiran terganggunya pasokan global.
Situasi diperkirakan kian menekan pasar energi setelah Iran menutup Selat Hormuz. Penutupan jalur vital tersebut diperparah oleh serangan terhadap sejumlah instalasi energi di kawasan Teluk.
Ketegangan memuncak setelah serangan AS-Israel ke Iran sejak akhir pekan lalu. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan. Teheran juga mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz.
Selat Hormuz berada di utara Iran dan berbatasan dengan Uni Emirat Arab serta Oman di sisi selatan. Jalur ini merupakan rute utama perdagangan minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintas di perairan tersebut.
Iran sendiri termasuk salah satu pemasok minyak utama dunia. Negara itu masuk dalam jajaran 10 besar produsen minyak terbesar secara global.

















