Jakarta, IDN Times — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, yang menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya. Trump menyebut serangan tersebut sebagai peristiwa yang mengerikan.
Dilansir Al Jazeera, Minggu (11/10/2026), Trump juga mempertimbangkan kemungkinan AS bergabung dengan Arab Saudi untuk menyerang kelompok Houthi di Yaman. Selain itu, ia membuka kemungkinan untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
“Orang Saudi adalah pejuang yang hebat, tetapi menurut saya serangan itu adalah hal yang mengerikan,” ujar Trump.
