Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Sebut Tidak Butuh Bantuan Ukraina untuk Lawan Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump menegaskan Amerika Serikat tidak memerlukan bantuan Ukraina terkait sistem pertahanan drone dan menyebut AS memiliki teknologi drone terbaik di dunia.
  • Trump mengindikasikan kemungkinan Rusia membantu Iran dengan intelijen, namun pejabat AS lain menolak klaim tersebut dan menyatakan Moskow tidak berbagi informasi dengan Teheran.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyoroti kemampuan negaranya menghadapi drone Iran serta menunggu finalisasi perjanjian produksi drone bersama Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak membutuhkan bantuan sistem pertahanan drone dari Ukraina. Menurutnya, AS lebih tahu mengenai drone dibandingkan Ukraina. 

“Tidak, mereka tidak membantu. Kami tidak membutuhkan bantuan mereka. Kami tahu lebih tentang drone dibanding siapapun. Kami punya drone terbaik sebenarnya,” terangnya, dikutip dari Kyiv Post, Sabtu (14/3/2026).

Sebelumnya, Ukraina sudah mengirimkan pakar ke beberapa negara Timur Tengah, seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi. Langkah ini sebagai bantuan untuk mengamankan dari drone Iran. 

1. Trump sebut Rusia mungkin membantu Iran

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Pada saat yang sama, Trump mengakui bahwa Rusia bisa saja membantu Iran. Menuruntya, Moskow sudah membantu memberikan informasi intelijen untuk menargetkan aset militer AS. 

“Saya pikir mereka (Rusia) mungkin ikut membantu Iran sedikit. Saya rasa begitu. Dan kemungkinan mereka berpikir karena kami sudah membantu Ukraina, benar kan?” ungkapnya. 

Di sisi lain, Perwakilan Khusus AS untuk Konflik Rusia-Ukraina, Steve Witkoff menyebut bahwa AS dapat memegang perkataan Rusia. Ia menyebut, Moskow tidak membagikan informasi intelijen kepada Teheran. 

2. Zelenskyy sebut Ukraina punya cara melawan drone Iran

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (President.gov.ua, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, Ukraina punya cara untuk melindungi pangkalan militer AS di Timur Tengah. Langkah ini menyusul keberhasilan Ukraina dalam menghalau drone Iran. 

“Apa Anda berpikir Ukraina punya kartu sekarang? Saya tidak tahu, Anda yang beritahu saya. Saya pikir ya. Ini seperti pemain yang baik. Anda dapat memiliki kartu bagus, tapi penting untuk menunjukkan ke semua orang bahwa Anda punya kartu bagus,” ungkapnya. 

Presiden Ukraina keenam itu menyebut negaranya sudah memiliki orang bertalenta imbas perang. Menurutnya, Ukraina sudah mencapai tingkatan yang sangat tinggi sekarang.

3. Ukraina tunggu perjanjian produksi drone dengan AS

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dan Presiden AS, Donald Trump. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Sementara itu, Zelenskyy mengaku sudah menanti perjanjian besar produksi drone antara Ukraina dan AS. Perjanjian itu masih membutuhkan persetujuan dari Gedung Putih dan belum difinalisasi. 

Dilansir The Kyiv Independent, proposal persetujuan itu untuk kerja sama pembuatan beberapa tipe drone yang terintegrasi dengan sistem pertahanan udara. Drone tersebut didesain untuk meluncurkan serangan udara berskala besar. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team