Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trump Sentil Inggris soal Hormuz, Desak Sekutu Ambil Minyak Sendiri
Pada 19 Maret 2016, Donald Trump mengadakan rapat umum di Fountain Park, Fountain Hills, Arizona. (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump mengkritik Inggris dan sekutunya karena tidak ikut menyerang Iran, serta mendesak mereka membeli bahan bakar dari AS atau mengambil minyak sendiri di Selat Hormuz.
  • Inggris menambah sekitar 1.000 personel militernya di Timur Tengah untuk melindungi mitra regional, sementara Iran memberlakukan blokade de facto yang memicu lonjakan harga energi global.
  • Pemerintah Inggris membahas dampak kenaikan harga energi dan menyiapkan bantuan bagi warga, sambil meninjau ulang kebijakan pajak bahan bakar di tengah ketegangan dengan AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (31/3/2026) melontarkan kritik kepada Inggris dan negara sekutu karena tak ikut dalam serangan terhadap Iran. Ia menilai negara-negara yang terdampak blokade Selat Hormuz seharusnya menangani sendiri kebutuhan energi mereka.

Melalui platform Truth Social, Trump mendorong negara yang kesulitan memperoleh bahan bakar jet untuk membeli langsung dari AS yang dinilai masih memiliki pasokan besar.

“Nomor 1, beli dari AS, kami punya banyak, dan Nomor 2, kumpulkan keberanian yang tertunda, pergilah ke Selat itu, dan ambil SAJA. Kalian harus mulai belajar bagaimana bertarung untuk diri sendiri, AS tidak akan ada di sana untuk membantu kalian lagi, seperti kalian tidak ada di sana untuk kami,” tulis Trump, dikutip The Independent.

Trump juga menyebut Iran pada dasarnya telah dihancurkan sehingga bagian tersulit menurutnya telah berlalu. Ia menilai negara lain tinggal mengambil minyak mereka sendiri tanpa bergantung pada bantuan AS.

1. Trump soroti harga bahan bakar dan peran sekutu

ilustrasi bahan bakar fosil (pexels.com/cottonbro studio)

Trump kembali menegaskan agar negara terdampak membeli bahan bakar jet dari AS di tengah lonjakan harga energi domestik. Dilansir dari Euro News, harga bensin reguler di AS kini melampaui 4 dolar AS per galon (sekitar Rp68 ribu), yang menjadi level tertinggi sejak 2022.

Data dari klub otomotif AAA menunjukkan rata-rata nasional mencapai 4,02 dolar AS per galon (setara Rp68,4 ribu). Angka itu meningkat lebih dari 1 dolar AS (sekitar Rp17 ribu) dibandingkan sebelum konflik dimulai pada 28 Februari 2026.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut mengkritik Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Ia menilai pembukaan kembali jalur perairan tak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab AS.

“Ini bukan hanya Angkatan Laut Amerika Serikat. Terakhir kali saya periksa, seharusnya ada Angkatan Laut Kerajaan yang besar dan tangguh yang bisa siap melakukan hal-hal seperti itu juga,” katanya.

2. Inggris tambah pasukan di tengah ketegangan

ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)

Di tengah kritik dari AS, Inggris justru meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah. Jumlah personel yang ditempatkan di kawasan tersebut kini mencapai sekitar 1.000 orang.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey, yang melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain, menyampaikan bahwa pasukan tersebut berperan melindungi mitra serta sekutu. Ia menjelaskan bahwa negara-negara Teluk lebih menghargai dukungan pertahanan melalui tindakan nyata dibandingkan sekadar pernyataan.

Pada saat yang sama, Iran memberlakukan blokade de facto di Selat Hormuz yang menghambat distribusi minyak dan gas global. Kebijakan ini memicu lonjakan harga energi, sementara kapal hanya diizinkan melintas setelah membayar hingga 2 juta dolar AS (sekitar Rp34 miliar) per perjalanan atau memenuhi syarat tertentu.

3. Inggris bahas dampak energi dan hubungan dengan AS

ilustrasi bendera Inggris (pexels.com/James Frid)

Di Inggris, Perdana Menteri (PM) Sir Keir Starmer memimpin rapat komite krisis Cobra guna membahas dampak lonjakan harga energi terhadap rumah tangga dan ekonomi. Pemerintah juga menyiapkan bantuan sebesar 53 juta pound sterling (sekitar Rp1 triliun) bagi pengguna minyak pemanas yang tak tercakup dalam batas harga energi.

Starmer menyatakan rencana kenaikan pajak bahan bakar yang dijadwalkan berlaku September masih akan dikaji ulang seiring situasi di Iran. Ia menyesuaikan kebijakan tersebut dengan kondisi yang berkembang.

Hubungan antara Trump dan Starmer sebelumnya juga diwarnai perbedaan sikap terkait konflik ini. Starmer sempat mengizinkan penggunaan pangkalan RAF oleh AS untuk kebutuhan pertahanan terbatas, sementara Trump menilai Inggris seharusnya lebih aktif dalam membuka kembali Selat Hormuz.

Meski muncul tekanan politik, Istana Buckingham memastikan Raja Charles dan Ratu Camilla tetap melanjutkan rencana kunjungan kenegaraan ke Washington pada April. Keputusan ini diambil di tengah desakan sebagian pihak agar kunjungan tersebut ditunda akibat konflik di Timur Tengah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team