Trump Klaim Iran Setujui Proposal Perdamaian yang Diusulkan AS

- Donald Trump mengklaim Iran telah menyetujui proposal perdamaian yang diajukan AS setelah proses negosiasi panjang, meski Iran masih meminta beberapa tambahan di luar isi kesepakatan awal.
- Sebelumnya, Iran menolak proposal 15 poin dari Trump karena dianggap hanya menguntungkan AS, sementara Menteri Luar Negeri Iran menegaskan negaranya belum berniat bernegosiasi.
- Trump menyebut Iran sebenarnya ingin berdamai namun takut mengakuinya, sementara Gedung Putih menegaskan AS siap menghantam lebih keras jika Iran tidak menyerah secara militer.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim Iran sudah menyetujui proposal perdamaian yang diusulkan oleh AS. Klaim tersebut disampaikan dalam acara konferensi pers yang digelar di pesawat Air Force One pada Minggu (29/3/2026).
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan, setelah melakukan negosiasi panjang, Iran akhirnya menyetujui proposal perdamaian yang diusulkan oleh AS. Namun, kata dia, Iran tetap meminta beberapa hal selain yang sudah disetujui di dalam proposal.
“Kami bernegosiasi dengan mereka (Iran) secara langsung dan tidak langsung. Kami memiliki utusan, tetapi kami juga berurusan langsung (dengan Iran). AS sangat baik dalam negosiasi itu,” ujar Trump kepada awak media, seperti dilansir Jerusalem Post.
1. Trump sebelumnya memberi Iran proposal perdamaian yang berisi 15 poin

Sebelumnya, Trump sudah memberikan proposal perdamaian kepada Iran melalui perantara di Pakistan. Proposal tersebut berisi 15 poin perjanjian untuk mengakhiri perang antara Iran dengan AS dan Israel.
Namun, setelah melakukan peninjauan, Iran memutuskan untuk menolak proposal dari Trump. Sebab, proposal tersebut hanya menguntungkan AS saja. Menurut Iran, narasi yang tertuang dalam proposal tersebut sama sekali tidak memberi keuntungan bagi Iran.
“Saat ini, Iran tidak berniat untuk bernegosiasi (dengan AS)," kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dilansir The Guardian.
2. Trump menyebut Iran sangat ingin bernegosiasi dengan AS

Namun, pernyataan Menteri Luar Negeri Iran tadi berbeda dengan pernyataan Trump. Trump mengatakan, meski menolak proposal perdamaian yang diberikan dirinya, Iran tetap ingin bernegosiasi dengan AS untuk mengakhiri perang.
“Mereka sedang bernegosiasi dan mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Namun, mereka takut mengatakannya karena mereka khawatir akan dibunuh oleh rakyat mereka sendiri. Mereka juga takut akan dibunuh oleh kami,” jelas Trump.
3. AS sudah memaksa Iran untuk menyerah

Untuk mengakhiri perang, Trump sebetulnya juga sudah memaksa Iran untuk menyerah. Sebab, menurutnya, Iran sudah kalah secara militer. Namun, Iran hingga kini masih enggan mengakui kekalahan. Mereka menegaskan akan tetap melawan serangan AS dan Israel sampai menang.
“Presiden (Donald) Trump tidak main-main dan dia siap untuk melepaskan malapetaka. Iran tidak boleh salah perhitungan lagi,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dilansir The Strait Times.
"Jika Iran gagal menerima realitas situasi saat ini, jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer, dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump memastikan mereka akan dihantam lebih keras daripada yang sudah pernah mereka alami sebelumnya,” lanjut Leavitt.
















