Ilustrasi simbol gender (unsplash.com/Daainis Graveris)
Pada awalnya, pemerintah mengusulkan perubahan aturan ini karena kebijakan lama dinilai kurang jelas dalam penerapannya di lapangan. Langkah tersebut sebenarnya bertujuan untuk memberikan kelonggaran bagi pihak rumah sakit dalam mengatur ketersediaan tempat tidur. Selain itu, aturan baru tersebut awalnya diharapkan bisa membantu keluarga atau pasangan yang ingin merawat pasien secara bersamaan dalam satu ruangan.
"Aturan yang ada sekarang kurang jelas, apakah kewajiban pemisahan hanya berlaku untuk pasien yang dirawat atau juga mengikat untuk keluarga yang mendampingi," jelas pejabat Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan.
Meskipun rencana kamar campuran untuk umum resmi dibatalkan, pemerintah menetapkan bahwa aturan pemisahan ini tidak berlaku mutlak. Rumah sakit tetap dibolehkan mencampur ruangan untuk jenis pelayanan medis tertentu yang bersifat mendesak atau melibatkan keluarga dekat.
Beberapa pengecualian aturan kamar campuran tersebut di antaranya berlaku untuk kamar khusus dua orang yang digunakan oleh pasangan suami istri, serta kamar bagi sesama anggota keluarga dekat yang memang ingin dirawat bersama. Selain itu, aturan pemisahan berdasarkan jenis kelamin ini juga tidak berlaku pada ruangan khusus yang membutuhkan pengawasan medis ketat, seperti Ruang Perawatan Intensif (ICU).