Ledakan di Pabrik Roket Korea Selatan, 5 Pekerja Tewas dan 2 Terluka

- Ledakan di fasilitas Hanwha Aerospace Daejeon terjadi saat tujuh pekerja membersihkan sisa propelan roket, menewaskan lima orang dan melukai dua lainnya.
- Korban terdiri dari karyawan tetap dan kontrak berusia 20-an tahun; satu korban luka dirawat intensif akibat kondisi kritis.
- Pihak kepolisian dan kejaksaan membentuk tim investigasi khusus, sementara CEO Hanwha Aerospace menyampaikan permintaan maaf dan janji kerja sama penuh dalam penyelidikan.
Jakarta, IDN Times - Sebuah ledakan yang memicu kebakaran terjadi di fasilitas produksi roket milik Hanwha Aerospace di Daejeon, Korea Selatan, pada Senin (1/6/2026). Insiden yang terjadi di area produksi propelan (bahan pendorong roket) tersebut mengakibatkan lima pekerja meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa ini berlangsung ketika tujuh orang pekerja sedang bertugas di ruang pembersihan peralatan produksi. Saat ini, kepolisian dan otoritas terkait telah mengamankan lokasi untuk menyelidiki penyebab pasti dari kecelakaan kerja tersebut.
1. Ledakan terjadi saat pekerja membersihkan sisa bahan pendorong roket

Insiden bermula pada Senin pagi sekitar pukul 10.59 waktu setempat. Setelah alarm darurat berbunyi, sekitar 100 personel pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang melanda fasilitas keamanan negara tersebut. Dugaan awal menunjukkan bahwa sumber ledakan berasal dari sisa bahan kimia pendorong roket.
"Ada banyak alat yang dipakai untuk membuat propelan roket. Ledakan ini diperkirakan terjadi ketika pekerja membersihkan sisa propelan yang menempel pada alat-alat tersebut," kata perwakilan manajemen Hanwha Aerospace, dilansir The Korea Times.
2. Kondisi dan identitas para korban

Kelima korban meninggal dunia ditemukan di tempat kejadian, sementara dua pekerja lainnya berhasil dievakuasi keluar dari gedung. Seluruh korban merupakan karyawan Hanwha Aerospace, yang terdiri dari tiga karyawan tetap dan dua pekerja kontrak berusia 20-an tahun.
"Identitas para korban meninggal belum dapat dipastikan secara rinci karena kondisi jenazah mengalami luka bakar yang berat," ujar seorang pejabat kesehatan setempat.
Sementara itu, pejabat medis daerah, Kim Ju-yeon, mengonfirmasi bahwa dari dua korban luka, satu orang mengalami luka ringan dan satu orang lainnya saat ini berada dalam perawatan intensif karena kondisinya kritis.
3. Kepolisian membentuk tim investigasi

Menanggapi insiden kerja ini, CEO Hanwha Aerospace, Son Jae-il, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif selama proses pengusutan berlangsung.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan akibat kejadian ini," kata Son Jae-il.
Sebagai langkah hukum, Kantor Kejaksaan Distrik Daejeon bersama Polisi Metropolitan Daejeon telah membentuk tim penyelidikan khusus. Tim ini bertugas untuk mengumpulkan bukti di lapangan dan menentukan pihak yang harus bertanggung jawab secara hukum atas ledakan tersebut.


















