ilustrasi bendera Arab Saudi. (unsplash.com/ Akhilesh Sharma)
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara terbatas ke pelabuhan Mukalla di Yaman selatan pada Selasa pagi. Operasi tersebut menargetkan pengiriman senjata dan kendaraan tempur yang baru tiba menggunakan dua kapal dari Fujairah, UEA. Video yang dirilis koalisi memperlihatkan satu serangan menghantam deretan kendaraan di pangkalan dalam pelabuhan.
Pihak Kerajaan Saudi menuduh pengiriman tersebut ditujukan untuk Dewan Transisi Selatan (STC), kelompok separatis yang didukung UEA. Menurut Riyadh tindakan tersebut mengancam stabilitas regional serta keamanan perbatasan mereka. Mereka juga mengklaim awak kapal sengaja mematikan perangkat pelacak saat memasuki perairan Yaman.
"Kerajaan menekankan setiap ancaman terhadap keamanan nasionalnya adalah garis merah, dan Kerajaan tidak akan ragu mengambil semua langkah serta tindakan yang diperlukan untuk menghadapi dan menetralkan ancaman semacam itu," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi, dilansir CNN.
UEA membantah tuduhan pengiriman senjata ilegal tersebut dan mengaku terkejut dengan serangan udara yang dilakukan sekutunya. Abu Dhabi mengklaim kendaraan yang diturunkan bukan untuk pihak Yaman, melainkan logistik bagi pasukan kontraterorisme UEA yang beroperasi di sana. Namun, melihat perkembangan situasi yang tidak kondusif, UEA akhirnya memilih menarik seluruh sisa pasukannya dari Yaman.