Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ukraina Ancam Kirim Drone saat Perayaan Hari Kemenangan Rusia
ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/photofixation)
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut Rusia takut serangan drone saat parade Hari Kemenangan, menandakan Moskow tak lagi mampu memamerkan kekuatan militernya secara terbuka.
  • Zelenskyy menilai beberapa bulan ke depan akan jadi masa penentuan arah perang, apakah berlanjut dengan ekspansi atau menuju solusi diplomatik yang didorong komunitas internasional.
  • Serangan drone dekat Kremlin dan langkah parlemen Rusia meminta perusahaan energi memperkuat pertahanan menunjukkan meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman udara menjelang perayaan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Rusia takut kemungkinan adanya drone saat parade Hari Kemenangan di Moskow pada 9 Mei nanti. Menurutnya, Rusia tidak lagi mampu menunjukkan persenjataannya. 

“Rusia mengumumkan parade pada 9 Mei, tapi tidak ada peralatan tempur. Ini akan menjadi yang pertama selama bertahun-tahun. Jika ini benar, maka mereka tidak lagi mampu menunjukkan senjata dalam parade. Mereka takut drone akan terbang di atas Lapangan Merah,” ungkapnya, dikutip dari Politico, Senin (4/5/2026). 

Sebelumnya, Ukraina menolak proposal gencatan senjata saat perayaan Hari Kemenangan di Rusia. Kiev menyebut, Moskow tidak memiliki niat untuk melakukan gencatan senjata jangka panjang. 

1. Zelenskyy sebut beberapa bulan ke depan akan menjadi penentuan

Zelenskyy menambahkan, beberapa bulan ke depan akan menjadi periode penentuan arah perang. Akan ada momen penentuan melanjutkan perang atau diplomasi. 

“Pada musim panas ini, akan saatnya Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menentukan apa yang akan dilakukan. Mengekspansi perang atau mengarah apda solusi diplomatik. Kita harus mendesak mereka untuk diplomasi,” katanya, dilansir dari United24.

2. Drone Ukraina menyasar gedung pencakar langit di dekat Kremlin

Pada saat yang sama, drone yang diduga berasal dari Ukraina sudah menyasar gedung pencakar langit di Moskow. Bahkan, gedung tersebut hanya berjarak 6 km dari Kremlin. 

Dilansir RFE/RL, serangan ini menjadi yang terdekat dengan gedung pemerintahan Rusia. Selain itu, serangan kali ini dilancarkan hanya beberapa hari sebelum penyelenggaraan parade Hari Kemenangan Rusia. 

Sementara itu, Moskow selama ini disebut terlindungi oleh fasilitas anti-serangan udara. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin mengatakan bahwa tiga drone lainnya yang menyasar ibu kota Rusia itu berhasil ditembak jatuh. 

3. Parlemen Rusia dorong perusahaan energi untuk menghalau drone

Pekan lalu, Parlemen Rusia menyerukan agar perusahaan energi untuk bertanggung jawab atas keamanan fasilitasnya sendiri. Mereka mendorong agar perusahaan itu memiliki unit bersenjata untuk menghalau serangan drone

Sementara itu, perusahaan Rusia sudah menginvestasikan uangnya untuk mencegah serangan drone Ukraina. Sejumlah perusahaan minyak utama Rusia, seperti Rosneft, Lukoil, Bashneft, Slavneft, dan Transneft menghabiskan 11 juta dolar AS (Rp191 triliun) untuk pertahanan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team