Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ukraina Bantah Iran Serang Gudang Drone di Dubai
ilustrasi drone (unsplash.com/jeisblack)
  • Ukraina membantah klaim Iran yang menyebut berhasil menyerang gudang senjata anti-drone di Dubai, menegaskan pernyataan tersebut sebagai kebohongan dan disinformasi.
  • Sekitar 201 pakar militer Ukraina dikirim ke negara-negara Teluk untuk membantu memperkuat sistem pertahanan anti-drone tanpa mengganggu kekuatan pertahanan udara dalam negeri.
  • Presiden Volodymyr Zelenskyy menandatangani perjanjian pertahanan jangka panjang dengan Qatar guna memperkuat kerja sama strategis di sektor keamanan kedua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi membantah pernyataan Iran soal keberhasilan menyerang gudang senjata anti-drone di Dubai, Uni Arab Emirat (UAE). Ia menyebut, pernyataan Iran adalah sebuah kebohongan. 

“Rezim Iran seringkali menyebarkan informasi menyimpang dan ini tidak berbeda jauh dari Rusia. Pernyataan terbaru Iran soal serangan ke gudang senjata anti-drone Ukraina adalah sebuah kebohongan,” ungkapnya, dikutip dari United24, Minggu (29/3/2026). 

Sebelumnya, Iran mengancam akan melancarkan serangan ke Ukraina. Sebab, negara Eropa Timur itu telah membantu Israel dalam perang di Timur Tengah. 

1. Ukraina kirimkan ratusan pakar militer ke Timur Tengah

potret bendera Ukraina (pexels.com/Mathias Reding)

Tykhyi mengatakan bahwa terdapat upaya saling menguntungkan antara Ukraina dan negara-negara Teluk. Sistem pertahanan anti-drone Ukraina akan mampu melindungi infrastruktur sipil di negara-negara Timur Tengah. 

Ia menyampaikan bahwa sekitar 201 pakar militer Ukraina sudah diterjunkan ke negara-negara Teluk, seperti UAE, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait. Pakar militer itu akan membantu mencegah ancaman serangan drone Iran di negara Timur Tengah.  

2. Pertahanan Udara Ukraina masih kuat meski kirimkan pakar ke Timur Tengah

Ilustrasi Timur Tengah (www.pexels.com/Haley Black)

Juru Bicara Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat mengatakan bahwa performa dari pertahanan udara Ukraina tidak akan terganggu dalam mencegah serangan Rusia. Meskipun terdapat pengiriman pakar ke negara-negara Timur Tengah. 

“Kami sudah membuat salah satu dari pertahanan udara yang terbaik dan paling efektif dengan kuantitas skala besar. Klaim soal pengiriman pakar ke Timur Tengah ini akan melemahkan pertahanan udara Ukraina, tidak benar,” terangnya. 

3. Ukraina setujui perjanjian pertahanan dengan Qatar

potret Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (flickr.com/President Of Ukraine via commons.wikimedia.org/President Of Ukraine)

Pada saat yang sama, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sudah mengadakan kunjungan ke Qatar. Ia bertemu dengan Emir Qatar, Sheikh Tamin bin Hamad Al Thani dan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani untuk menyetujui pertahanan pertahanan.  

“Kami sudah mendiskusikan soal penguatan pertahanan antara Ukraina dan Qatar. Perjanjian ini akan menguntungkan kedua belah pihak di sektor pertahanan setidaknya selama 10 tahun ke depan,” ungkap Zelenskyy, dikutip dari Ukrinform

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team