Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi drone
ilustrasi drone (unsplash.com/jeisblack)

Intinya sih...

  • Kemlu Ukraina harap India dan Pakistan dukung solidaritas terhadap serangan Rusia ke fasilitas sipil di Ukraina

  • CIA memastikan tuduhan serangan Ukraina di kediaman Putin tidak benar, menargetkan fasilitas militer di sekitar Danau Valdai

  • Gubernur Kherson Rusia tuduh Ukraina serang kafe di pesisir Laut Hitam, menewaskan 24 orang, pemerintah Ukraina belum memberikan komentar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Ukraina memanggil diplomat India dan Pakistan terkait pernyataan soal serangan di kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin. Kedua negara itu diketahui mendukung Rusia soal dugaan serangan tersebut. 

“Kepala diplomatik dari India dan Pakistan sudah dipanggil terkait penolakan Ukraina soal masalah dugaan serangan tersebut. Ini membuat negara itu kembali mendukung kebohongan Rusia soal serangan di kediaman Putin,” terangnya, dikutip dari Ukrinform, pada Jumat (2/1/2026).

Pekan ini, Rusia menuding Ukraina sengaja melancarkan serangan ke rumah singgah Putin di dekat Danau Valdai di Novgorod Oblast. Namun, Kiev menampik tuduhan itu dan menyebutnya sebagai kebohongan dari Moskow. 

1. Berharap India dan Pakistan ikut mengkhawatirkan serangan Rusia ke warga sipil Ukraina

Kemlu Ukraina mengharapkan bahwa India dan Pakistan dapat menyuarakan solidaritas kepada negaranya. Kiev berharap keduanya ikut mengkhawatirkan serangan Rusia ke fasilitas sipil di Ukraina. 

Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyebut bahwa informasi soal tuduhan serangan ke kediaman Putin di Valdai disengaja oleh Rusia. Tudingan itu disebut untuk mengganggu kesuksesan negosiasi damai mengakhiri perang di Ukraina. 

Intelijen Ukraina menerima informasi bahwa Rusia akan menggunakan tuduhan serangan di Valdai untuk memperkuat posisinya dalam negosiasi. Selain itu, berfungsi mengintensifkan serangan ke Ukraina saat Tahun Baru dan mendiskreditkan pemerintah Ukraina. 

2. CIA tepis tuduhan serangan Ukraina di kediaman Putin

Central Intelligence Agency (CIA) memastikan bahwa tuduhan soal serangan Ukraina di kediaman Putin tidak benar. Pernyataan ini disampaikan setelah mengadakan pengujian soal klaim dari Rusia. 

Dilansir TVP World, Kepada CIA, John Ratcliffe menyebut, Ukraina memang melancarkan serangan di area tersebut. Namun, Ukraina menargetkan serangan ke fasilitas militer di sekitar Danau Valdai yang berada di area yang sama dengan kediaman Putin. 

Di sisi lain, Rusia menyebut bahwa memiliki bukti bahwa drone Ukraina memang sengaja menargetkan kediaman Putin. Moskow mengatakan sudah mendapatkan dokumen dari drone yang jatuh di sekitar kediaman Putin. 

3. Rusia tuduh Ukraina serang kafe di pesisir Laut Hitam

Pada saat yang sama, Gubernur Kherson di bawah Rusia, Vladimir Saldo menuduh Ukraina telah melancarkan serangan drone ke kafe di Laut Hitam saat perayaan Tahun Baru. Serangan drone tersebut disebut telah menewaskan 24 orang. 

“Terdapat tiga drone Ukraina yang jatuh di area tersebut. Ini membuktikan bahwa Kiev sengaja menargetkan warga sipil dan salah seorang yang tewas dalam serangan ini adalah seorang anak di bawah umur,” terangnya. 

Hingga kini, pemerintah Ukraina masih belum memberikan komentar apapun terkait serangan tersebut. Sejumlah media Rusia sudah memublikasikan foto usai serangan drone tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team